Freelander 8 EREV bersiap memasuki babak baru. SUV berukuran besar hasil kolaborasi Chery dan Jaguar Land Rover tersebut dijadwalkan resmi meluncur di China pada 3 September 2026, sebelum nantinya dipasarkan ke sejumlah negara. Freelander 8 merupakan produk terbaru dari perusahaan patungan Chery Jaguar Land Rover (CJLR). Model ini sekaligus menghidupkan kembali nama Freelander yang sebelumnya digunakan Land Rover dan dihentikan pada 2014, ketika posisinya digantikan Discovery Sport. Menjelang peluncuran resminya, Freelander 8 sudah lebih dahulu membuka masa pra-penjualan di China. Harganya berada di rentang 339.900 yuan hingga 459.900 yuan. Artinya, varian termurah Freelander 8 dibanderol sekitar Rp 897 juta, sementara varian tertinggi mencapai sekitar Rp 1,21 miliar. Harga tersebut merupakan hasil konversi langsung dari banderol di China dan belum termasuk komponen pajak maupun biaya lain apabila kendaraan dipasarkan di negara berbeda. Menariknya, China tampaknya bukan satu-satunya pasar yang dibidik. Freelander 8 sebelumnya tertangkap kamera sedang menjalani pengujian jalan di Uni Emirat Arab (UAE), menjadi indikasi bahwa SUV ini dipersiapkan untuk ekspansi global. SUV Besar Dari sisi ukuran, Freelander 8 masuk kategori SUV besar. Mobil ini memiliki panjang 5.118 mm, lebar 2.050 mm, tinggi 1.898 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 3.040 mm. Dimensinya jauh lebih besar dibandingkan Freelander generasi pertama. Bahkan panjang bodinya terpaut sekitar 736 mm. Freelander 8 menggunakan pelek berukuran 21 inci atau 22 inci yang dibalut ban Pirelli P Zero Elect. Kemampuan jelajahnya turut didukung ground clearance 220 mm, suspensi udara dual-chamber, serta sistem rear-wheel steering. Kombinasi tersebut membuat radius putarnya diklaim hanya 5,15 meter, cukup menarik mengingat dimensi bodinya yang mencapai lebih dari lima meter. Kemampuan menarik beban atau towing capacity-nya mencapai 2.000 kg. Freelander 8 Kemewahan juga menjadi salah satu fokus utama kabinnya. Freelander 8 tersedia dalam konfigurasi lima dan enam penumpang. Bagian dasbor didominasi layar besar berukuran 46,3 inci yang membentang di bawah kaca depan, ditambah layar sentuh 15,6 inci dengan dukungan Apple CarPlay dan Huawei HiCar. Penumpang baris kedua mendapatkan kursi dengan fungsi pijat 16 titik. Selain itu tersedia monitor 17,3 inci yang dipasang di plafon, kulkas berkapasitas 10 liter, hingga meja lipat. Mesin 1.5 Liter, Tenaga Tembus 818 Tk Freelander 8 mengadopsi teknologi Extended Range Electric Vehicle (EREV). Mesin bensin 1.5 liter berfungsi sebagai range extender yang mendukung sistem elektrifikasi dan baterai LFP berkapasitas 60,3 kWh. Dengan baterai tersebut, Freelander 8 diklaim mampu menempuh jarak hingga 310 km hanya menggunakan tenaga listrik berdasarkan metode pengujian CLTC. Sistem penggerak dual-motor all-wheel drive (AWD) menghasilkan tenaga gabungan mencapai 610 kW atau sekitar 818 Tk dengan torsi maksimum 813 Nm. Freelander 8 Meski memiliki dimensi besar, performanya tergolong agresif. Freelander 8 diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 kpj hanya dalam 4,6 detik. Peluncuran pada 3 September 2026 akan menjadi langkah penting bagi Freelander. Bukan hanya karena menghidupkan kembali nama yang pernah cukup dikenal di jajaran Land Rover, tetapi juga menjadi awal ekspansi model tersebut dari China menuju pasar global. Kemunculan unit uji di UAE semakin memperkuat indikasi bahwa Freelander 8 tidak dirancang hanya untuk konsumen domestik China. Setelah peluncuran resminya, menarik ditunggu negara mana saja yang akan menjadi tujuan berikutnya.