Freelander 8 mencatatkan Guinness World Record setelah berhasil mencapai ketinggian 6.002,33 meter di Tibet, China. SUV elektrifikasi hasil kolaborasi Chery Jaguar Land Rover (Chery-JLR) tersebut memecahkan rekor ketinggian untuk kendaraan hybrid yang sebelumnya dipegang Fang Cheng Bao Bao 5. Dilansir dari CarNewsChina, Minggu (13/9/2026), pencapaian Freelander 8 sebenarnya dilakukan pada 22 Agustus 2026, sebelum mobil tersebut resmi diluncurkan di China pada 3 September. Freelander 8 mencapai ketinggian 6.002,33 meter, mengalahkan catatan Bao 5 yang mencapai 5.980,05 meter pada Juli 2024. Selisih keduanya mencapai 22,28 meter. Pencapaian tersebut cukup menarik mengingat kondisi yang harus dihadapi kendaraan pada ketinggian sekitar 6.000 meter di atas permukaan laut. Freelander 8 harus melewati jalur sekitar 1.480 meter dengan kenaikan vertikal 200 meter. Medannya terdiri dari bebatuan lepas dan permukaan shale yang tidak beraspal. Pada ketinggian 6.000 meter, tekanan udara hanya sekitar 47,2 kPa. Kadar oksigen yang tersedia juga kurang dari separuh kondisi di permukaan laut. Mesin Tetap Bekerja di Udara Tipis Freelander 8 menggunakan teknologi extended-range electric vehicle (EREV), dengan mesin bensin 1,5 liter turbo empat silinder yang berfungsi sebagai range extender. Menurut Chery-JLR, mesin tersebut masih mampu mempertahankan sekitar 80 persen kemampuan pembangkitan daya selama proses pendakian. Turbocharger memiliki peranan penting karena harus mengompensasi rendahnya tekanan udara di ketinggian untuk mempertahankan pasokan udara ke mesin. Sementara untuk menggerakkan kendaraan, Freelander 8 menggunakan dua motor listrik dengan sistem penggerak semua roda atau AWD. Total tenaga yang dihasilkan mencapai 610 kW atau sekitar 818 tk. Motor listrik depan menghasilkan 360 kW atau sekitar 483 tk, sedangkan motor belakang memiliki tenaga 250 kW atau sekitar 335 tk. Menariknya, motor belakang dilengkapi transmisi reduksi dua percepatan. Pada gigi pertama, sistem memberikan multiplikasi torsi 1,5:1 sehingga mampu menghasilkan torsi ekuivalen hingga 8.000 Nm pada roda. Konsep tersebut bekerja layaknya rasio low-range untuk membantu kendaraan bergerak perlahan di medan menanjak yang curam.