Nama Freelander yang selama ini identik dengan Land Rover memasuki babak baru di pasar China. Freelander 8 resmi membuka masa prapenjualan dengan harga mulai 339.900 yuan atau sekitar Rp 898 jutaan. Menariknya, Freelander 8 bukan sekadar model baru Land Rover. Mobil ini lahir dari kolaborasi Chery dan Jaguar Land Rover (JLR) di China, sekaligus menjadi salah satu produk awal yang membawa Freelander sebagai merek tersendiri. Dilansir dari CarNewsChina, Freelander 8 ditawarkan dalam beberapa konfigurasi. Versi lima penumpang dibanderol mulai 339.900 yuan atau sekitar Rp 898 juta, sedangkan versi enam penumpang mulai 349.900 yuan atau setara Rp 924 juta. Di atasnya tersedia Pro Edition seharga 349.900 yuan (Rp 924 juta), Max Edition 379.900 yuan (Rp 1 miliar), dan Max+ Edition 429.900 yuan (Rp 1,14 miliar). Ada pula First Edition yang dibatasi hanya 1.000 unit dengan harga promosi 449.900 yuan (Rp 1,19 miliar). Nama Lama, Identitas Baru Freelander sebelumnya dikenal sebagai salah satu model Land Rover yang menjadi pendahulu Discovery Sport. Namun, melalui kerja sama Chery dan Jaguar Land Rover, nama tersebut kini dikembangkan sebagai merek yang menyasar kendaraan elektrifikasi di China. Freelander 8 menjadi salah satu produk yang menunjukkan arah baru tersebut. Mobil ini dikembangkan dari Concept 97 dengan mempertahankan karakter SUV berbentuk mengotak atau boxy. Tampilannya cukup sederhana dengan gril tertutup dan lampu utama berbentuk persegi panjang. Tiga pilihan warna disiapkan di bawah arahan Global Design Director Phil Simmons, yakni Thermal Lemon Gold, Streaming Silver, dan Twilight Purple. Meski membawa nama yang memiliki hubungan kuat dengan Land Rover, teknologi yang digunakan Freelander 8 banyak mengandalkan ekosistem otomotif China. SUV ini menggunakan platform extended-range electric vehicle (EREV) berarsitektur 800 volt dan mendukung pengisian daya 6C. Baterai diklaim dapat diisi dari 20 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 12 menit. Freelander 8 juga menjadi salah satu kendaraan pertama yang menggunakan chip otomotif Qualcomm Snapdragon 8397. Seluruh variannya dibekali sistem bantuan berkendara Huawei Qiankun Smart Driving ADS 5. Freelander 8 Tenaga Tembus 818 Tk Di balik bodinya yang besar, Freelander 8 memiliki performa yang terbilang tinggi. Sistem penggeraknya mengombinasikan mesin bensin 1.5 liter turbo empat silinder sebagai range extender dengan dua motor listrik. Total tenaga yang dihasilkan mencapai 610 kW atau sekitar 818 tk dengan torsi puncak 813 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui sistem penggerak empat roda. Freelander mengklaim SUV ini mampu melesat dari 0-100 kilometer per jam dalam 4,6 detik. Motor listrik belakangnya sendiri menghasilkan tenaga 250 kW atau sekitar 335 tk dan menggunakan transmisi dua percepatan. Torsi maksimum pada roda diklaim mencapai 8.000 Nm. Sumber energi listrik berasal dari baterai CATL Freevoy ternary lithium berkapasitas 60,3 kWh. Dalam kondisi menggunakan tenaga listrik sepenuhnya, jarak tempuhnya diklaim mencapai 310 km berdasarkan metode CLTC.