Bila selama ini Formula E kerap dianggap kurang menarik dibanding balap konvensional, maka kehadiran mobil Gen4 untuk musim 2026-2027 bisa mengubah pandangan tersebut. Mobil balap listrik generasi terbaru ini resmi diperkenalkan di Sirkuit Paul Ricard dengan membawa peningkatan performa yang signifikan, terutama dari sisi tenaga dan akselerasi. “Gen4 bukan sekadar mobil, melainkan pernyataan berani dari ambisi kami. Melihat kemampuannya di lintasan untuk pertama kali menjadi tonggak penting bagi Formula E, kami kini menghadirkan tingkat performa yang lima tahun lalu dianggap mustahil untuk kendaraan listrik.” ucap CEO Formula E, Jeff Dodds, dalam keterangan resmi, Rabu (22/4/2026). “Ini baru permulaan, karena penyempurnaan mobil ini kini berada di tangan para pabrikan kami, Porsche, Jaguar, Stellantis, Nissan, Lola Cars, dan Mahindra untuk mendorong pengembangan ke level performa yang lebih tinggi sebelum debut balapnya pada akhir tahun ini," lanjutnya. Dalam Attack Mode, Gen4 mampu menghasilkan tenaga hingga 805 Hp. Angka ini melonjak jauh dibanding generasi sebelumnya yang hanya mencapai 469 Hp. Formula E Gen 4 Bahkan dalam mode balap standar, peningkatan tenaga tetap terasa signifikan. Mobil ini diperkirakan menghasilkan sekitar 603 Hp, setara dengan mobil listrik performa tinggi seperti Kia EV6 GT. Tak hanya soal tenaga, peningkatan juga terlihat pada akselerasi. Mobil Gen4 mampu melesat dari 0-100 km per jam (kpj) hanya dalam 1,8 detik, serta 0-200 kpj dalam 4,4 detik. Catatan ini lebih cepat sekitar 1,5 detik dibanding pendahulunya. Kecepatan puncaknya pun tak kalah impresif, yakni mencapai 335 kpj. Dengan performa tersebut, Formula E menyebut Gen4 akan mencatatkan waktu putaran tercepat sepanjang sejarah ajang ini. Bahkan, waktu lap di sirkuit jalan raya diperkirakan bisa lebih cepat setidaknya lima detik per putaran dibanding mobil Gen3 Evo. Selain performa, aspek keberlanjutan juga tetap menjadi fokus utama. Gen4 dibekali kemampuan pengisian daya hingga 600 kW dan diklaim sebagai mobil balap pertama di dunia yang 100 persen dapat didaur ulang. Setidaknya 20 persen material yang digunakan berasal dari bahan daur ulang, serta baterainya tidak menggunakan mineral tanah jarang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang