Ilustrasi gambar mobil Jeep Grand Cherokee terbaru Sebuah studi terbaru dari Hagerty menunjukkan perbedaan mencolok dalam preferensi mobil antar generasi. Generasi yang lebih tua, seperti Baby Boomers dan Gen X, cenderung membeli mobil yang relatif baru, sementara generasi muda, termasuk Gen Z, justru lebih menyukai mobil klasik berusia puluhan tahun. Fenomena ini membuka pandangan baru tentang perilaku konsumen otomotif dan tren pasar mobil saat ini. Ilustrasi lintas generasi / milenial dan gen Z. Dikutip VIVA Senin, 10 November 2025, Hagerty mencatat data menarik terkait selisih usia mobil dengan usia pemilik. Generasi X, yang lahir antara 1965–1981, biasanya membeli mobil yang sekitar 4,1 tahun lebih tua dari usia mereka sendiri.Di sisi lain, Gen Z, yang lahir setelah tahun 1997, memilih mobil yang rata-rata 24,1 tahun lebih tua dari usia mereka. Artinya, sementara generasi tua condong pada mobil baru dan modern, Gen Z cenderung mengincar mobil klasik atau vintage yang memiliki sejarah dan karakter unik. Alasan di Balik Preferensi yang Berbeda Ada beberapa faktor yang menjelaskan perbedaan ini: - Nostalgia dan Identitas: Mobil klasik sering dianggap sebagai simbol gaya hidup dan ekspresi diri bagi Gen Z. Kendaraan lama membawa cerita sejarah dan karakter yang sulit ditemukan pada mobil baru.- Ketersediaan dan Biaya: Banyak mobil klasik dari era 1980–1990-an tersedia dengan harga yang lebih terjangkau dibanding mobil baru mewah. Hal ini menjadikannya pintu masuk ideal bagi generasi muda yang ingin memiliki kendaraan dengan karakter unik.- Potensi Investasi: Nilai mobil klasik cenderung meningkat seiring waktu, berbeda dengan mobil baru yang umumnya mengalami depresiasi. Bagi Gen Z, membeli mobil tua bisa menjadi investasi jangka panjang sekaligus hobi.- Faktor Kenyamanan dan Status: Generasi Boomers dan Gen X memiliki daya beli lebih tinggi dan cenderung memilih mobil baru untuk kenyamanan, teknologi modern, dan status sosial. Mobil baru menawarkan fitur keselamatan, hiburan, dan layanan servis yang mudah diakses.Perbedaan preferensi ini memiliki beberapa implikasi bagi industri otomotif:1. Pertumbuhan Pasar Mobil Klasik: Minat tinggi Gen Z terhadap mobil klasik membuka peluang bagi pasar kendaraan vintage dan jasa restorasi.2. Strategi Pemasaran Mobil Baru: Produsen mobil baru perlu menyesuaikan strategi agar tetap menarik bagi konsumen muda yang kini lebih tertarik pada mobil klasik.3. Adaptasi Layanan dan Asuransi: Perusahaan asuransi, seperti Hagerty, yang fokus pada mobil klasik, melihat meningkatnya permintaan dari pelanggan muda. Ini juga mendorong pengembangan layanan suku cadang dan restorasi khusus mobil tua.4. Hobi dan Komunitas Otomotif: Aktivitas restorasi, modifikasi, dan komunitas mobil klasik menjadi semakin diminati oleh generasi muda, menjadikan mobil klasik bagian dari gaya hidup modern. ilustrasi mobil sport klasikData dari Hagerty menunjukkan tren menarik: generasi tua lebih memilih mobil baru dan modern, sementara Gen Z justru tertarik pada mobil klasik dengan usia kendaraan puluhan tahun lebih tua dari usia mereka. Perbedaan ini menunjukkan bahwa selera otomotif tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan praktis, tetapi juga oleh faktor budaya, identitas, dan potensi investasi.