Persaingan sektor roda empat semakin panas awal 2026. Sejumlah pabrikan, termasuk merek Jepang, mulai menempuh strategi penyesuaian harga dengan menghadirkan varian terendah guna menjangkau pasar yang lebih sensitif. Suzuki Fronx IIMS 2026 Langkah tersebut terlihat dari peluncuran varian bawah pada Toyota Alphard, Toyota Yaris Cross Hybrid, serta Honda WR-V hingga Honda Brio Satya. Strategi terkait dinilai sebagai upaya menjaga daya beli. Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Dony Ismi Himawan Saputra menegaskan bahwa perusahaan tak mau ikut perang harga dengan menurunkan harga jual secara langsung sebagai upaya mengejar angka. Tanggapan SIS “Kalau kami dari Suzuki melihatnya agak sedikit berbeda. Saya yakin keputusan dari merek lain itu sudah mempertimbangkan sesuai kebutuhan dan kondisi mereka,” ujar Dony di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Suzuki Ertiga di GIIAS 2025 Menurut dia, penjualan merupakan proses yang berlangsung sejak konsumen membeli hingga menggunakan kendaraan tersebut dalam jangka waktu lama. “Penjualan itu bukan hanya pada saat akuisisi produk, tetapi juga pada saat mereka melakukan konsumsi terhadap produk,” kata dia. Oleh karena itu, Suzuki memilih menitikberatkan pada nilai yang diterima pelanggan, baik saat transaksi berlangsung maupun selama masa kepemilikan. “Kami lebih fokus memberikan value kepada konsumen pada saat proses pembelian dan setelah pembelian. Bagaimana mereka bisa puas,” ujarnya. Fokus Suzuki pada Nilai Suzuki Jimny 5 pintu di IIMS 2026 Dony menambahkan, Suzuki yang telah hadir di Indonesia sejak era 1970-an tidak ingin mengambil langkah yang berpotensi menggerus kepercayaan yang telah dibangun selama puluhan tahun. “Salah satu fokus utama kami adalah bagaimana kami bisa mendeliver produk dan layanan yang mempunyai nilai tinggi kepada konsumen. Artinya kami mempunyai standar yang tidak bisa kami turunkan,” kata Dony. Standar tersebut mencakup aspek reliabilitas kendaraan, kualitas pelayanan, ketersediaan suku cadang, hingga jaringan distribusi. Sementara terkait kemungkinan menghadirkan varian lebih terjangkau, termasuk pada model hybrid seperti yang mulai dilakukan merek Jepang lain, Dony menyebut hingga kini strategi yang ditempuh justru menambah varian di level atas. “Kalau varian, selama ini yang kami tambahkan justru varian di atas. Untuk saat ini,” ujarnya. Pertimbangan Penyesuaian Varian Meski begitu, penyesuaian tetap dimungkinkan apabila terdapat kebutuhan spesifik, misalnya untuk konsumen fleet dengan konfigurasi tertentu, seperti pada APV yang digunakan sebagai ambulans atau kendaraan operasional. Dengan pendekatan tersebut, Suzuki memilih menjaga konsistensi standar produk dan layanan dibanding terlibat langsung dalam kompetisi harga. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang