V Hybrid menjadi salah satu SUV elektrifikasi yang menarik perhatian di Indonesia, bukan hanya karena teknologinya, tetapi juga karena potensi efisiensi bahan bakarnya untuk penggunaan harian. Varian termurahnya memang dibanderol Rp 449 juta, namun untuk urusan mesin dan sistem hybrid e:HEV, Honda tetap memberikan paket yang sama seperti tipe RS e:HEV. Artinya, konsumen yang memilih varian paling terjangkau tetap mendapatkan karakter utama HR-V Hybrid: irit, responsif, dan nyaman untuk rute dalam kota. Test drive Honda HR-V hybrid varian termurah Secara spesifikasi, Honda HR-V RS e:HEV dibekali mesin bensin 1.5 L yang dipadukan transmisi e-CVT. Tenaga yang dihasilkan mencapai 104 Tk dengan torsi 127 Nm. Sementara motor listrik di roda depan mampu menghasilkan tenaga 129 Tk dengan torsi besar hingga 253 Nm. Dalam sistem e:HEV, motor listrik menjadi sumber penggerak utama, sedangkan mesin bensin lebih banyak berperan sebagai penyuplai daya. Honda HR-V e:HEV jadi varian HR-V hybrid termurah Hal ini yang membuat HR-V Hybrid terasa sangat cocok untuk kondisi stop and go khas perkotaan, karena motor listrik bekerja optimal pada kecepatan rendah hingga menengah. Dalam pengujian yang saya lakukan pada rute harian, tanpa menerapkan teknik eco driving khusus, konsumsi BBM yang dicatatkan HR-V Hybrid terbilang impresif. Setelah menempuh jarak sekitar 75 kilometer, konsumsi bahan bakarnya tercatat di angka 22,8 km per liter. Hasil konsumsi BBM Honda HR-V Hybrid dengan mudah bisa mencapai 25 km per liter. Angka ini sudah menggambarkan efisiensi yang sangat baik, mengingat penggunaan mobil dilakukan dalam kondisi normal, tanpa upaya ekstra untuk menghemat bensin. Menariknya, jika pengemudi lebih bersabar dan menjaga kecepatan rata-rata di kisaran 30–50 kpj, konsumsi BBM HR-V Hybrid bahkan bisa dengan mudah menembus 25 km per liter. Sebagai catatan, perhitungan konsumsi ini dilakukan melalui tampilan MID di mobil, dengan bahan bakar RON 92. Test drive Honda HR-V Hybrid varian termurah Rute pengujian yang saya ambil, dimulai dari Palmerah menuju Pejompongan, Slipi, Tomang, lalu masuk Tol Merak, lanjut Tol BSD hingga Serpong. Perjalanan kemudian kembali melalui Tol BSD, Pondok Aren, Tanah Kusir, Kebayoran, dan berakhir lagi di Palmerah. Kondisi lalu lintas saat pengujian juga dinamis, mulai dari kemacetan, jalan lancar, hingga kombinasi tol dalam kota. Situasi seperti ini justru menggambarkan penggunaan realistis yang akan dialami pemilik HR-V Hybrid sehari-hari. Meski demikian, perlu dipahami bahwa hasil konsumsi BBM bisa berbeda-beda untuk setiap penguji. Banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari gaya berkendara, kondisi jalan, jenis bahan bakar, bobot kendaraan, hingga beban penumpang dan barang di kabin. Honda HR-V e:HEV jadi varian HR-V hybrid termurah Namun satu hal yang jelas, Honda HR-V Hybrid varian termurah tetap menawarkan nilai lebih dari sisi efisiensi. Bagi konsumen yang menginginkan SUV ringkas dengan konsumsi BBM hemat untuk aktivitas perkotaan, HR-V e:HEV bisa menjadi salah satu opsi paling masuk akal di kelasnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang