Hasil MotoGP Brasil menjadi sorotan setelah dominasi Ducati mulai mendapat tekanan dari performa impresif Aprilia sepanjang akhir pekan. Manajer tim Lenovo Ducati, Davide Tardozzi, mengakui peningkatan signifikan yang ditunjukkan Aprilia, sekaligus mengevaluasi performa timnya di Sirkuit Goiania. Pada Sprint Race, Marc Marquez berhasil meraih kemenangan, namun hanya finis keempat pada balapan utama hari Minggu. Sementara itu, rekan setimnya, Francesco Bagnaia, finis kedelapan pada Sabtu dan gagal menyelesaikan balapan hari Minggu setelah terjatuh. Di sisi lain, Fabio Di Giannantonio tampil konsisten dengan meraih pole position serta dua podium sepanjang akhir pekan. Performa Aprilia menjadi perhatian utama. Jorge Martin sukses mengamankan dua podium, sementara Marco Bezzecchi finis keempat pada Sprint Race dan meraih kemenangan pada balapan utama. Manager tim Ducati MotoGP, Davide Tardozzi “Selamat untuk Aprilia, mereka menemukan Martin yang sangat cepat, Bez juga semakin konsisten. Selamat yang tulus, mereka pantas mendapatkannya,” ujar Tardozzi, dikutip dari Motosan.es, Selasa (24/3/2025). Tardozzi juga menanggapi isu yang menyebut Ducati tengah mengalami krisis. Ia menegaskan timnya akan segera melakukan perbaikan. “Saya rasa kami ingin mulai bereaksi sejak Austin, bukan dari Jerez, dalam hal hasil. Pada tes di Jerez kami akan membawa sesuatu yang baru dan melihat apakah itu membantu,” kata dia. Tardozzi berharap Ducati bisa kembali bersaing ketat mulai seri berikutnya. “Saya percaya dan berharap mulai balapan berikutnya kami bisa bertarung hingga akhir, termasuk pada hari Minggu,” ujarnya. Selain faktor performa, balapan di Goiania juga diwarnai sejumlah kendala teknis. Salah satunya adalah pengurangan delapan lap pada balapan utama yang diputuskan hanya beberapa menit sebelum start. “Saya tidak yakin Michelin yang meminta pengurangan jumlah lap, saya rasa mereka mengetahuinya bersamaan dengan kami. Selain itu, beberapa orang mengetahuinya lebih dulu, sementara yang lain belakangan. Kami diberi tahu secara lisan di grid, dan itu cukup membingungkan. Kami pasti akan membahasnya di Austin,” ucap Tardozzi. Di tengah situasi tersebut, Ducati juga masih menghadapi tantangan dari sisi performa pebalap. Marquez disebut belum berada dalam kondisi 100 persen, sementara Bagnaia masih mencari kembali ritme terbaiknya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang