Pada awal 2000-an, Daihatsu pernah menghadirkan city car yang bentuknya cukup unik jika dibandingkan dengan mobil-mobil sekelasnya saat itu. Namanya Daihatsu YRV (Young Recreational Vehicle), mobil mungil bertampang futuristis dengan bodi tinggi ini menggendong mesin yang sama dengan Daihatsu Xenia, yakni 1.300 cc. Ini yang membuatnya tampil berbeda dari rivalnya. Walau penjualannya tidak sebesar model populer lainnya, YRV justru memiliki daya tarik unik yang membuatnya tetap dipertahankan oleh para pemilik. Populasinya kecil, tetapi komunitasnya solid. Salah satunya adalah YRV Owner Indonesia yang kini memiliki ratusan anggota di berbagai daerah. Khoirul Anwar, warga Mulyoarjo, Malang, adalah pemilik YRV yang aktif di komunitas tersebut. Daihatsu YRV Ia tercatat sebagai anggota ke-120 dan melihat sendiri bagaimana pengguna YRV tersebar di banyak wilayah. “Di Malang itu ada tiga anggota, untuk area Jawa Timur ada 13 anggota. Kalau seluruh Indonesia lebih kurang ada 180-an anggota,” ujar Khoirul, saat ditemui di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/12/2025). Khoirul membeli YRV miliknya pada 2019 dalam kondisi bekas. Menurut dia, ada alasan kuat mengapa mobil mungil ini dipilih. “Ini beli bekas waktu itu karena sesuai bujet yang pertama itu, kemudian konsumsi bahan bakar irit,” kata dia. YRV miliknya kini sudah menempuh 270.000–280.000 kilometer, digunakan harian untuk bekerja hingga pergi bersama keluarga. Destinasi terjauh yang pernah ia jajal cukup beragam, mulai dari Jogja, Salatiga, Banyuwangi, hingga Bali. “Waktu pertama ambil kilometer memang sudah 160.000-an km, ini saya pakai harian, kerja, jalan-jalan sama keluarga,” kata Khoirul. Harga yang ia bayarkan saat membeli mobil tersebut sekitar Rp 55 juta. Daihatsu YRV yang dijual di Indonesia memakai mesin 1.3 liter yang juga digunakan oleh Xenia generasi awal. Menurut Khoirul, ini salah satu nilai plus. “Mesinnya sama dengan Toyota Avanza atau Xenia yang 1.3 pertama. Ini sudah matik plus triptronic, dual airbags. Mesinnya ini bandel dan tarikannya enak, terus tidak limbung,” ucapnya. Dengan karakter mesin yang umum dan terbukti tangguh, YRV disebutnya masih enak dikendarai meski usia sudah lewat satu dekade. Meski perawatan tergolong mudah, Khoirul mengakui ada beberapa komponen YRV yang memang mulai sulit dicari. “Memang ada beberapa parts yang agak susah. Cuma kita di komunitas berusaha supaya bisa cari dan digunakan, kita ada istilahnya kamus spare parts,” kata Khoirul. Lewat komunitas, para anggota saling membantu mencarikan suku cadang yang kompatibel, bahkan melakukan substitusi dari model lain agar YRV tetap layak digunakan. Secara tampilan, mobil YRV milik Khoirul tampak mulus tanpa adanya ubahan ekstrem. Ia tetap mempertahankan desain Daihatsu YRV dengan lampu depan yang lancip mengotak dan pelek palang lima. Meski usianya tak muda, YRV terbukti masih bisa diandalkan untuk menempuh jarak jauh sekaligus efisien dalam bahan bakar. Komunitas yang solid juga menjadi alasan para pemilik tetap mempertahankan mobil ini. Dengan harga terjangkau, mesin yang familiar, serta karakter berkendara yang lincah, Daihatsu YRV bisa jadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin mobil bekas dengan desain mungil tetapi memiliki performa yang cukup. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang