Penjualan mobil merek China di Indonesia terus menunjukkan persaingan yang ketat. Pada September 2026, sebanyak 20 merek otomotif asal China mencatatkan total penjualan wholesales sebesar 132.172 unit secara kumulatif. Angka tersebut setara dengan sekitar 19,5 persen dari total distribusi mobil nasional sepanjang Januari-September 2026 yang mencapai 679.020 unit. Berdasarkan data Gaikindo, BYD memimpin dengan perolehan 43.727 unit atau sekitar 6,4 persen dari total pasar mobil nasional. Posisi berikutnya ditempati Jaecoo dengan 27.234 unit atau 4 persen, disusul Geely sebanyak 14.783 unit atau 2,2 persen. Wuling berada di urutan keempat dengan penjualan 13.406 unit atau 2 persen, sementara Chery melengkapi lima besar dengan 8.313 unit atau 1,2 persen. Kelima merek tersebut menyumbang sekitar 81 persen dari total penjualan 20 merek China yang tercatat dalam data. Geely EX2 Max dipakai dalam perjalanan dari Jakarta ke Cibodas Dominasi BYD terlihat cukup besar. Merek tersebut menyumbang sekitar sepertiga dari total penjualan 20 merek China, sedangkan Jaecoo berkontribusi sekitar seperlima. Capaian ini memperlihatkan bahwa persaingan mobil China di pasar domestik masih terkonsentrasi pada sejumlah merek dengan volume penjualan terbesar. BYD Pimpin Pasar Di luar lima besar, Aion mencatatkan penjualan 5.437 unit, diikuti Morris Garage (MG) sebanyak 3.836 unit. Denza berada di posisi berikutnya dengan 3.009 unit, disusul Xpeng sebanyak 2.745 unit dan Jetour sebanyak 2.604 unit. Sementara itu, sejumlah merek lainnya membukukan penjualan di bawah 2.000 unit. GWM mencatatkan 1.752 unit, FAW 1.208 unit, DFSK 1.038 unit, dan iCAUR sebanyak 1.000 unit. Ilustrasi Wuling Aira EV di GIIAS 2026 Aletra dan BAIC masing-masing mencatatkan 588 unit dan 566 unit, sedangkan Changan membukukan 471 unit. Adapun Maxus dan Farizon masing-masing mencatatkan penjualan 171 unit dan 168 unit. Neta berada di posisi terbawah dengan 116 unit. Pergerakan penjualan sejumlah merek juga menunjukkan dinamika persaingan. BYD, misalnya, sempat mencatatkan penurunan tajam pada Mei dengan 895 unit, sebelum kembali meningkat pada bulan-bulan berikutnya. Aion V Pada Agustus, penjualannya mencapai 7.870 unit, menjadi capaian bulanan tertinggi dalam periode yang disebutkan. Di sisi lain, Neta belum mencatatkan wholesales sejak Juli berdasarkan data yang tersedia. Denza juga mengalami penurunan penjualan dari 1.032 unit pada April menjadi hanya delapan unit pada September, mengindikasikan perubahan besar dalam distribusinya sepanjang periode tersebut. Merek Baru China Terus Meramaikan Pasar Otomotif Persaingan merek China juga semakin beragam dengan kehadiran pemain baru. iCAUR mulai tercatat dalam data pada Agustus dengan penjualan 500 unit, sebelum meningkat menjadi 1.000 unit pada periode September. Sementara itu, Farizon mulai mencatatkan penjualan sejak Juni. Di data Gaikindo juga sudah tercantum merek Lepas dan BAW, meski angka penjualan wholesales maupun retail sales belum tercatat. Booth MG di GIIAS 2026 Kehadiran berbagai merek tersebut menambah pilihan kendaraan bagi konsumen Indonesia, mulai dari mobil listrik hingga kendaraan dengan teknologi penggerak konvensional dan elektrifikasi lainnya. Namun, besarnya jumlah merek tidak serta-merta membuat distribusi penjualan terbagi merata, karena sebagian besar volume masih dikuasai oleh lima merek teratas. Dengan total 132.172 unit, kini merek-merek China memiliki kontribusi yang cukup besar dalam pasar otomotif nasional. Booth Chery di GJAWW 2024 Berikut daftar merek mobil China terlaris hingga September 2026: 1. BYD: 43.727 unit (6,4%)2. Jaecoo: 27.234 unit (4,0%)3. Geely: 14.783 unit (2,2%)4. Wuling: 13.406 unit (2,0%)5. Chery: 8.313 unit (1,2%)6. Aion: 5.437 unit (0,8%)7. Morris Garage: 3.836 unit (0,6%)8. Danza: 3.009 unit (0,4%)9. Xpeng: 2.745 unit (0,4%)10. Jetour: 2.604 unit (0,4%)11. GWM: 1.752 unit (0,3%)12. FAW: 1.208 unit (0,2%)13. DFSK: 1.038 unit (0,2%)14. ICAUR: 1.000 unit (0,1%)15. Aletra: 588 unit (0,1%)16. BAIC: 566 unit (0,1%)17. Changan: 471 unit (0,1%)18. Maxus: 171 unit (0,0%)19. Farizon: 168 unit (0,0%)20. Neta: 116 unit (0,0%) Total 20 merek China: 132.172 unit (±19,5%)