Masyarakat Jawa Tengah bisa memanfaatkan tarif murah BRT Trans Jateng selama Agustus hingga September 2026. Pemerintah memberikan sejumlah program potongan harga yang membuat biaya perjalanan transportasi umum menjadi lebih terjangkau. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko mengatakan, terdapat dua program promo tarif yang diberikan dalam waktu berbeda. "Jadi ada dua diskon. Pertama sudah berlaku hari ini, 11 Agustus sampai 17 Agustus. Kemudian nanti 12 Agustus sampai 30 September," kata Djatmiko dikutip dari Kompas.com, Sabtu (15/8/2026). Promo pertama berlangsung pada 11-17 Agustus 2026 dan merupakan program yang digagas Bank Indonesia. Dalam program tersebut, pengguna BRT Trans Jateng bisa memperoleh potongan tarif hingga 81 persen. BRT Trans Jateng di Halte Pasar Pon Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (5/5/2025). Sementara itu, promo kedua berasal dari Bank Jateng dan berlaku mulai 12 Agustus hingga 30 September 2026. Melalui program ini, penumpang cukup membayar Rp 81 untuk sekali perjalanan menggunakan BRT Trans Jateng. Namun, tarif promo Rp 81 tersebut hanya berlaku bagi penumpang yang melakukan pembayaran secara nontunai atau cashless. Jumlah pengguna yang dapat menikmati promo juga dibatasi berdasarkan kuota di masing-masing koridor. "Diskon untuk pembayaran cashless. Setiap koridor ada batas kuotanya, sekitar 200-an," jelasnya. Selain promo dalam rangka periode Agustus-September 2026, Pemprov Jawa Tengah juga menerapkan tarif khusus untuk sejumlah kelompok masyarakat. Pelajar, mahasiswa, buruh, veteran, dan lansia mendapatkan tarif Rp 1.000. Tarif tersebut lebih murah dibandingkan tarif sebelumnya yang mencapai Rp 2.000. Sementara itu, penumpang umum dikenakan tarif Rp 5.000 untuk setiap perjalanan. Ketentuan tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/124 tertanggal 30 April 2025 tentang Tarif Angkutan Aglomerasi Perkotaan Trans Jateng. Djatmiko berharap berbagai program tarif murah tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum. Menurutnya, peningkatan jumlah pengguna angkutan umum dapat membantu menekan kemacetan dan angka kecelakaan lalu lintas. Selain itu, penggunaan transportasi umum juga berpotensi mengurangi konsumsi BBM serta meringankan biaya perjalanan masyarakat. "Transportasi umum juga bisa mengurangi biaya pengeluaran masyarakat," ucapnya.