Chery Fulwin X3L coba menaklukkan tangga Heavenly Ladder di China PT Chery Sales Indonesia memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang terjadi saat uji tantangan ekstrem Fengyun X3L di Gunung Tianmen, Tiongkok. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk transparansi sekaligus klarifikasi kepada publik di Indonesia. Pihak Chery Indonesia menyampaikan bahwa mereka menerima banyak pertanyaan dari media sejak video kejadian tersebut beredar. Oleh karena itu, perusahaan merasa perlu menyampaikan informasi yang bersumber langsung dari Chery Auto sebagai induk perusahaan.Dalam keterangan resminya, Chery Auto menjelaskan bahwa uji ekstrem tersebut terhenti karena insiden yang tidak terduga. “Pada 12 November 2025 pukul 12.00 waktu setempat, uji tantangan ekstrem Fengyun X3L terhenti akibat sebuah insiden tak terduga dan memicu perhatian masyarakat luas,” tulis perusahaan, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Rabu 19 November 2025.Chery Auto juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak oleh situasi tersebut. “Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pengelola Area Wisata Gunung Tianmen, para wisatawan, mitra, serta seluruh pihak yang turut memberikan perhatian atas kejadian ini,” lanjutnya. Investigasi awal menunjukkan bahwa permasalahan bermula dari pengait utama tali pengaman yang tiba-tiba terlepas. Ketika komponen itu lepas, tali kemudian tersangkut di roda kanan kendaraan dan membuat mobil kehilangan traksi. Situasi tersebut menyebabkan kendaraan meluncur mundur dan menyentuh pagar pengaman di lokasi uji. Chery memastikan bahwa dampak kerusakan hanya terjadi pada bagian pagar dan tidak menimbulkan cedera maupun kerusakan lingkungan.Chery Auto juga menilai bahwa insiden ini menjadi refleksi penting terkait prosedur perencanaan yang mereka lakukan.“Kejadian ini menunjukkan kelalaian kami dalam melakukan penilaian risiko serta kurangnya pengendalian detail dalam proses perencanaan dan pelaksanaan uji tersebut,” tulis pernyataan itu.Mereka menambahkan bahwa keputusan menggunakan area wisata umum sebagai lokasi uji ekstrem juga akan menjadi bahan evaluasi.“Kami akan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga untuk melangkah lebih hati-hati dan lebih matang ke depan,” demikian bunyi pernyataan mereka.