Produsen roda empat asal China, BYD, makin dekat ke kompetisi Formula 1 alias F1. Bahkan, hal itu dikonfirmasi langsung Li Ke selaku Wakil Presiden Eksekutif BYD.Disitat dari Carnewschina, Rabu (29/4), Li Ke mengklaim, komunikasi dengan pihak F1 sudah berlangsung, termasuk bertemu CEO F1, Stefano Domenicali, di Shanghai, China. Meski begitu, hingga saat ini belum ada keputusan final maupun timeline resmi terkait langkah BYD di ajang tersebut. Menariknya, BYD tak terpaku pada satu opsi. Mereka membuka peluang masuk sebagai tim, pemasok komponen powertrain hybrid, atau sekadar menjadi sponsor. Pendekatan fleksibel ini menunjukkan BYD melihat F1 bukan hanya ajang branding, melainkan juga 'laboratorium' pengembangan teknologi.Logo BYD Foto: (Chelsea Olivia Daffa/detikcom)Apalagi, regulasi baru F1 yang akan berlaku mulai 2026 membuat porsi tenaga listrik dalam sistem hybrid semakin besar. Perubahan ini bikin teknologi seperti manajemen energi dan sistem elektrifikasi jadi kunci performa, area yang memang jadi kekuatan utama BYD sebagai raksasa kendaraan listrik.Meski begitu, tantangan di F1 tetap kompleks. Bukan cuma soal baterai atau motor listrik, namun juga integrasi sistem secara keseluruhan, mulai dari pemulihan energi hingga distribusi tenaga di berbagai kondisi balap.Kabar bergabungnya BYD ke F1 telah berhembus sejak beberapa bulan terakhir. Namun, ketika itu, pemberitannya terkesan 'liar' dan belum ada tanggapan resmi dari petinggi perusahaan. Namun, saat ini, perwakilan BYD buka suara dan membenarkan rencana besar tersebut.Selain F1, BYD juga disebut-sebut tertarik masuk ke ajang balap ketahanan dunia, FIA World Endurance Championship (WEC).BYD bukan satu-satunya pabrikan China yang mulai melirik dunia motorsport. Chery dilaporkan mempertimbangkan turun di ajang 24 Hours of Le Mans, sementara Nio sudah lebih dari satu dekade berlaga di Formula E.