Bursa Mobil WTC Mangga Dua, Jakarta UtaraJAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi pasar kendaraan roda empat bekas di kawasan bursa WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, mengalami tekanan cukup berat sepanjang 2026. Penurunan daya beli masyarakat serta dinamika industri otomotif nasional membuat volume transaksi para pedagang merosot tajam dibanding tahun sebelumnya. rata pedagang yang ditemui di lokasi mengeluhkan kelesuan aktivitas transaksi jual beli dalam beberapa bulan terakhir di bursa tertutup terbesar Jakarta tersebut. Dimas, pemasar dari showroom Morten Auto di WTC Mangga Dua, mengungkapkan bahwa penurunan penjualan di tempatnya menyentuh angka setengahnya. "Kalau untuk bulan-bulan belakangan ini, pasar mobil bekas cenderung menurunnya signifikan," ujar Dimas saat ditemui Kompas.com di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026). Dimas menjelaskan bahwa tingkat kecenderungan penurunan angka transaksi di bursa mobil bekas ini terjadi secara drastis serta merata. "Penurunannya hampir 50 persen," tutur Dimas. Masa Mengendap Stok Kendaraan Makin Lama Melesunya aktivitas transaksi ini turut berdampak langsung pada kecepatan perputaran unit kendaraan (turnover) di dalam ruang pamer pedagang. Menurut Dimas, jika pada tahun-tahun sebelumnya unit yang masuk bisa langsung terserap pasar dalam hitungan minggu, kini durasi mengendap menjadi jauh lebih lama. "Dulu mobil masuk enggak nyampe sebulan udah keluar lagi karena muternya cepat banget," kata Dimas. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan situasi pasar saat ini di mana unit kendaraan terpaksa terparkir hingga berbulan-bulan di ruang pamer. "Sedangkan sekarang ada yang hampir 3 bulan belum tersentuh, bahkan ada yang mau 4 bulan," ucap Dimas. Dimas menambahkan bahwa penurunan volume penjualan ini dialami oleh hampir seluruh merek serta jenis kendaraan yang dijajakan di bursa. "Hampir semua brand kena penurunannya," ujar Dimas. Sinyal kelesuan ini diakui pula oleh Steven, pedagang senior di kawasan bursa mobil bekas WTC Mangga Dua. Ia mengonfirmasi bahwa kondisi pasar otomotif bekas saat ini memang sedang berada dalam fase yang cukup sulit bagi para pelaku usaha. "Hitungannya emang lagi lesu, pokoknya tahun ini tuh parah banget," tutur Steven saat kepada Kompas.com, Jumat (9/10/2026). Bursa Mobil WTC Mangga Dua, Jakarta Utara Efisiensi Ruang Pamer dan Jaminan Inspeksi Dampak dari lesunya pasar ini memaksa para pelaku usaha mengambil tindakan efisiensi operasional demi menekan beban biaya sewa gedung. Showroom Morten Auto, misalnya, harus memangkas luas area operasional mereka di kawasan gedung pusat perbelanjaan WTC Mangga Dua. Dari yang semula menyewa area operasional di empat lantai, kini diciutkan menjadi dua lantai saja, yakni di Lantai 3A dan Lantai 5. Hampir seluruh segmen kendaraan merasakan efek perlambatan ini, mulai dari sedan, SUV kelas atas, hingga kendaraan MPV kelas premium. Guna menyiasati stagnasi pasar dan menjaga kepercayaan konsumen yang kian selektif, para pedagang mengandalkan jaminan transparansi kondisi unit. Penggunaan jasa inspeksi kendaraan independen serta sertifikat garansi kini disodorkan sebagai standar wajib transaksi di ruang pamer. "Supaya orang enggak perlu takut beli mobil bekas seperti beli kucing dalam karung," kata Dimas. Dimas menambahkan bahwa hasil inspeksi disajikan secara terbuka, bahkan calon pembeli dibebaskan membawa teknisi sendiri maupun melakukan uji teknis di bengkel resmi. "Hasil inspeksinya ada dan transparan, ada garansi juga, bahkan konsumen juga boleh membawa inspector pilihan sendiri atau ajak general check-up langsung ke dealer resmi," ucap Dimas. Pasar mobil bekas di bursa WTC Mangga Dua tengah mengalami tekanan berat akibat penurunan daya beli masyarakat dan dinamika industri otomotif. Kondisi ini memaksa para pedagang mengambil langkah rasional, mulai dari melakukan efisiensi biaya sewa dengan memangkas luasan showroom hingga mengetatkan jaminan transparansi kondisi unit. Kemitraan dengan jasa inspeksi independen dan pemberian garansi menjadi strategi utama pelaku usaha untuk meyakinkan calon pembeli yang semakin selektif di tengah stagnasi pasar.