— Isu pemanfaatan limbah pertanian, khususnya jerami, sebagai sumber bahan bakar alternatif kembali ramai diperbincangkan. Potensi biomassa sebagai bahan bakar terbarukan dianggap menjanjikan untuk mendukung dekarbonisasi dan ketahanan energi, namun tantangan teknis dan ekonomi masih menjadi penghalang sebelum inovasi ini bisa diterapkan secara luas. Menurut Cuk Supriyadi Ali Nandar, Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur di BRIN, pemanfaatan jerami sebagai biofuel memang bukan hal baru, namun riset yang dilakukan lembaganya masih berada dalam skala laboratorium. "Secara teori biomassa seperti jerami memang memungkinkan dikonversi menjadi produk bahan bakar, termasuk ethanol. Kami pernah meneliti jerami pada 2015-2016, dan kendala terbesar adalah rendemen rendah serta belum adanya teknologi produksi yang efisien," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (19/11/2025). Cuk Supriyadi menjelaskan, tantangan utama dalam pengolahan limbah biomassa menjadi bahan bakar terletak pada proses pra-perlakuan yang efektif namun murah, teknologi produksi yang efisien, serta logistik dan rantai pasok material yang masih perlu ditata dengan baik. faktor ini menjadi penentu keberhasilan produksi biofuel dari jerami. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa biofuel yang dihasilkan harus memenuhi standar nasional maupun internasional. Proses ini meliputi uji kelayakan langsung pada mesin agar mutu bahan bakar diterima oleh produsen kendaraan dan konsumen. Ilustrasi jerami padi. Meskipun belum ada kerja sama langsung dengan pengembang biofuel komersial, BRIN siap memberikan pendampingan lanjutan, termasuk verifikasi, validasi, dan asistensi tekno-ekonomis, agar inovasi biofuel dapat dimanfaatkan lebih luas. Cuk Supriyadi menambahkan bahwa tahapan izin edar dan komersialisasi berada di bawah kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Mekanisme ini penting untuk menjamin mutu, keamanan, dan kesesuaian produk sebagai bahan bakar pengganti BBM yang beredar di pasaran. Dengan demikian, meski jerami memiliki potensi besar sebagai sumber bahan bakar terbarukan, perjalanan menuju pemanfaatan komersial masih panjang. Kolaborasi antara riset, inovasi teknologi, dan regulasi pemerintah menjadi kunci agar biofuel berbasis biomassa bisa benar-benar menjadi alternatif BBM yang layak di Indonesia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.