Di tengah pasar mobil yang semakin seragam, pabrikan asal Jepang ini mulai mempertegas kembali satu hal yang sejak lama menjadi ciri khasnya, yaitu rasa berkendara atau yang dikenal sebagai “fun to drive”. Banyak model hadir dengan pendekatan yang mirip, baik dari sisi fitur, teknologi, hingga positioning, sehingga identitas masing-masing produk menjadi kurang terasa jelas di mata konsumen. Fenomena ini muncul di tengah kondisi pasar saat ini, di mana semakin banyak pilihan justru membuat perbedaan antar produk terasa semakin tipis. Melihat kondisi ini, pabrikan asal Jepang tersebut menilai perubahan pasar ini menjadi sinyal bahwa strategi produknya perlu disesuaikan. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh President Director PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka. "Honda Indonesia tengah memasuki fase transisi yang penting. Kami melihat bahwa pasar telah berubah, dan kami memahami perlu menyesuaikan langkah ke depan," jelasnya kepada GridOto (21/4). Transisi ini tak hanya soal teknologi, tetapi juga cara Honda membangun karakter produknya. Alih-alih mengajar jumlah model, Honda kini lebih fokus menjaga konsistensi di setiap produknya.