— Banyak pemilik kendaraan baru menyadari pentingnya perawatan setelah liburan usai. Padahal, penggunaan intens selama perjalanan jauh tanpa diimbangi pengecekan bisa memicu kerusakan pada sejumlah komponen, yang pada akhirnya membuat biaya servis membengkak. Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, biaya perawatan sebenarnya masih tergolong ringan jika dilakukan secara rutin, bahkan bisa ditekan di kisaran Rp 2 jutaan selama tidak ada komponen yang harus diganti. "Kalau hanya servis ringan seperti ganti oli, cek rem, kaki-kaki, sampai bersihin sistem AC dan radiator, biasanya masih aman di sekitar Rp 2 jutaan. Tapi kalau dibiarkan, biayanya bisa jauh lebih besar," kata Lung Lung kepada Kompas.com, belum lama ini. Ia menjelaskan, salah satu penyebab biaya membengkak adalah keterlambatan mengganti oli mesin. Oli yang sudah menurun kualitasnya tidak lagi mampu melumasi komponen secara optimal, sehingga mempercepat keausan pada bagian dalam mesin. Selain itu, kondisi rem juga sering luput dari perhatian setelah kendaraan dipakai perjalanan jauh. Kampas rem yang sudah menipis jika tidak segera diganti bisa merusak piringan cakram, yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan sekadar penggantian kampas. Ilustrasi servis mobil Hyundai di Hyundai Gowa kaki seperti bushing, tie rod, dan shock absorber juga rentan mengalami penurunan performa. Apalagi jika kendaraan sering melewati jalan rusak atau berlubang saat liburan, kerusakan bisa terjadi tanpa disadari dan baru terasa setelahnya. Tak kalah penting, sistem pendingin mesin atau coolant juga perlu dicek. Cairan yang kotor atau volumenya berkurang dapat menyebabkan mesin cepat panas, bahkan berisiko overheat jika dibiarkan dalam kondisi ekstrem. Di sisi lain, sistem AC dan kebersihan kendaraan juga berpengaruh terhadap kenyamanan. Filter kabin yang kotor atau evaporator yang mulai berjamur bisa membuat AC tidak dingin, sementara kotoran yang menempel di bodi maupun kolong mobil dapat mempercepat korosi. Lung Lung menegaskan, melakukan pengecekan menyeluruh setelah liburan bukan hanya soal menjaga performa kendaraan, tetapi juga menghindari biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari. Dengan perawatan rutin, pemilik kendaraan bisa menghemat pengeluaran sekaligus memastikan kendaraan tetap aman dan nyaman digunakan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang