Battery Energy Storage System (BESS) menjadi salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk menyimpan energi listrik dalam jumlah besar. Secara sederhana, BESS bekerja seperti baterai berukuran besar yang dapat menyimpan listrik untuk kemudian digunakan kembali ketika dibutuhkan. Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan panel surya sehingga energi yang dihasilkan pada siang hari bisa disimpan dan digunakan pada waktu lain. Teknologi tersebut kini mulai dikembangkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari rumah dan pusat perbelanjaan hingga sektor industri. BESS juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik (EV). BESS Salah satu perusahaan yang mulai masuk ke bisnis penyimpanan energi ini adalah PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA). DRMA memperkenalkan produk All-in-One BESS pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso mengatakan, BESS dikembangkan sebagai solusi penyimpanan energi yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. “Didesain sebagai solusi penyimpanan energi yang dapat diandalkan, efisien dan berkelanjutan, BESS diproduksi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di perumahan, perbelanjaan, maupun industri. Terlebih untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan kendaraan listrik,” kata Irianto di GIIAS 2026, Sabtu (8/8/2026). PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) memperkenalkan produk All-in-One Battery Energy Storage System (BESS) pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Bisa Buat Charging EV Salah satu fungsi utama BESS adalah menyimpan energi listrik yang dihasilkan dari sumber tertentu untuk digunakan kembali. Pada sistem yang terhubung dengan panel surya, misalnya, listrik yang dihasilkan pada siang hari dapat disimpan terlebih dahulu di dalam baterai. Energi tersebut kemudian dapat digunakan ketika produksi listrik dari panel surya menurun, seperti pada malam hari. Selain menyimpan energi, BESS dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik. Kehadiran BESS dapat membantu menyediakan pasokan listrik tambahan ketika kebutuhan pengisian daya meningkat. Hal ini menjadi penting seiring bertambahnya jumlah kendaraan listrik yang membutuhkan infrastruktur pengisian daya. “Tidak berlebihan kiranya kalau kami melihat bahwa BESS akan memiliki peran untuk ekosistem kendaraan listrik di masa depan,” kata Irianto.