— Pebalap Aprilia Racing, Jorge Martin, mengungkap betapa beratnya tuntutan fisik yang harus dijalani pebalap MotoGP, bahkan jika dibandingkan dengan ajang balap sekelas Formula 1. Hal itu ia sampaikan saat berbincang langsung dengan pebalap F1, Lando Norris, pada akhir pekan MotoGP di Misano, Italia. Operasi Jorge Martin berjalan lancar, dia diharuskan beristirahat dan terpaksa absen pada MotoGP Indonesia 2025 Menurut Martin, pertemuan tersebut membuka sudut pandang baru bagi Norris mengenai kerasnya balapan motor. Pebalap asal Inggris itu disebut terkejut dengan kondisi fisik yang harus dijaga pebalap MotoGP selama balapan. "Lando terkesan dengan betapa tingginya detak jantung saya selama balapan," kata Martin dikutip dari Speedweek, Selasa (6/1/2026). "Dia bilang saat mengemudi mobil Formula 1, kondisinya relatif santai. Lando Norris merayakan gelar juara dunia pada akhir Grand Prix Formula 1 GP Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina di Abu Dhabi pada 7 Desember 2025. (Foto oleh Fadel SENNA / AFP) Dia juga mengatakan hanya melatih otot leher dan sedikit latihan daya tahan, tapi tidak terlalu banyak," ujar Martin. Martin menjelaskan, perbedaan tuntutan fisik antara MotoGP dan Formula 1 sangat besar. Jika pebalap F1 cenderung duduk stabil di dalam kokpit, pebalap MotoGP harus terus menggerakkan seluruh tubuhnya di atas motor. "Saya hampir mencatat 200 denyut jantung per menit sepanjang balapan. Ilustrasi MotoGP China tahun 2008 Itu sebabnya saya melakukan banyak latihan daya tahan," kata Martin. Angka tersebut menjadi gambaran nyata betapa besar beban fisik yang diterima pebalap MotoGP, mulai dari akselerasi, pengereman keras, hingga perubahan arah secara ekstrem di setiap tikungan. Selain faktor fisik, Martin juga menyoroti tingkat tanggung jawab pebalap MotoGP yang lebih besar di atas lintasan. Menurut dia, pebalap harus mengambil banyak keputusan secara mandiri saat balapan berlangsung. "Di Formula 1, pebalap mendapat banyak bantuan dari kru pit. Karena itu, dia terkesan melihat kami harus mengatur sendiri mapping mesin dan berbagai setelan lainnya," ujarnya. Martin menegaskan, tanpa latihan fisik yang terarah, pola makan yang terjaga, serta pemulihan yang optimal, sulit bagi seorang pebalap untuk tampil kompetitif di MotoGP modern. "Saya melihat data setiap hari. benar terobsesi dengan kondisi fisik saya. Ini sudah menjadi gaya hidup," kata pebalap asal Spanyol itu. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang