Persaingan industri ban di Indonesia semakin ramai dengan masuknya sejumlah merek asal China. Beragam produk ditawarkan, dari ban untuk mobil penumpang hingga kendaraan komersial dan kebutuhan pertambangan. Sailun Group menjadi salah satu pemain asal China yang cukup agresif di pasar Indonesia dengan membawa sejumlah merek, seperti Sailun, RoadX, Blackhawk, dan Maxam. Selain itu, terdapat merek lain seperti Goodride di bawah Zhongce Rubber Group serta Linglong. Kehadiran berbagai merek tersebut membuat konsumen memiliki semakin banyak pilihan, terutama dari sisi harga. Sailun memperkenalkan rangkaian ban MAXAM untuk sektor pertanian dan industri dalam ajang Indonesia INAGRITECH ke-12. Namun, kondisi tersebut tidak membuat Bridgestone Indonesia mengubah fokus bisnisnya. Merek ban asal Jepang ini menganggap persaingan sebagai bagian yang tidak terhindarkan dalam industri. Presiden Direktur PT Bridgestone Tire Indonesia Mukiat Sutikno mengatakan, persaingan tidak hanya datang dari merek China, tetapi juga dari berbagai negara. "Sebenarnya gini, kalau untuk kami sendiri saya rasa kita enggak bisa pungkiri bahwa, mau dari China ataupun negara lain, pasti kompetisi akan terus bergulir kan," ujar Mukiat di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Menurut Mukiat, yang menjadi perhatian utama Bridgestone bukan sekadar menghadapi merek tertentu, melainkan menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk yang dibuat di Indonesia. Ilustrasi ban mobil listrik. Andalkan Kualitas dan Layanan Mukiat mengatakan, Bridgestone akan tetap berfokus menjaga kualitas produk sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen di tengah persaingan yang semakin terbuka. "Fokus kami adalah terkait kualitas dari produk (ban Bridgestone) yang kita produksi di Indonesia. Dan bisa memenuhi apa yang diinginkan oleh konsumen," kata dia. Dia menambahkan, Bridgestone terbuka terhadap kehadiran pemain baru di pasar ban Indonesia. Menurutnya, persaingan justru menjadi dorongan bagi perusahaan untuk memperkuat produk dan layanan kepada konsumen. Mudik aman bersama Bridgestone Indonesia. "Kita enggak bilang enggak takut, tentunya kita welcome dari kompetisi yang baru tersebut. Tapi bagaimana kita lebih memperkokoh, apalagi dari segi quality service yang kita berikan kepada konsumen kita," ucap Mukiat. Dengan strategi tersebut, Bridgestone tidak hanya mengandalkan merek utamanya untuk mempertahankan pasar. Perusahaan juga memperluas pilihan produk melalui kehadiran Dayton. Ban Dayton DT30 yang diluncurkan pada Rabu (23/9/2026) di Dayton Media Test Drive. Dayton Jadi Pilihan Entry Level Bridgestone Bridgestone baru saja memperkenalkan sub-merek Dayton di Indonesia. Produk ini diposisikan untuk konsumen kelas menengah ke bawah yang membutuhkan ban dengan harga lebih terjangkau. Harga ban Dayton dibanderol mulai Rp 500.000. Kehadiran produk ini sekaligus memperluas jangkauan Bridgestone ke konsumen yang lebih sensitif terhadap harga. Head of Marketing & Planning PT Bridgestone Tire Indonesia Anindito Ajireswara mengatakan, Dayton menyasar konsumen yang mengutamakan kebutuhan dasar sebuah ban, terutama keamanan dan daya tahan. Bridgestone Indonesia ramaikan IIMS 2026 "Dayton ditujukan untuk orang-orang yang mementingkan hal-hal esensial. Yang penting bagi mereka adalah aman dan produk yang digunakan awet. Mereka tahu produknya bukan yang paling mewah, tetapi yang dibutuhkan adalah rasa esensial mengenai reliability dan quality," kata Aji. Dengan demikian, Dayton tidak ditempatkan sebagai produk yang menawarkan kemewahan, melainkan sebagai pilihan ban entry level dengan mengedepankan aspek keandalan dan kualitas. Kehadiran Dayton juga memberikan alternatif bagi konsumen yang ingin menggunakan produk dari grup Bridgestone, tetapi memiliki pertimbangan anggaran berbeda dengan pengguna produk Bridgestone di segmen yang lebih tinggi.