Melihat Jaecoo J7 SHS-P dalam balutan warna hitam saat sesi test drive kali ini, kesan yang langsung muncul adalah gagah dan premium. Desainnya mengusung gaya SUV boxy yang belakangan ini kembali populer, bahkan sekilas mengingatkan pada lini produk Land Rover. Dari sisi depan, gril besar yang dipasang terasa dominan dan langsung mencuri perhatian. Memang, urusan selera desain selalu subjektif, tapi secara pribadi saya cukup suka dengan tampilan fascia-nya. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Apalagi dipadukan dengan lampu depan LED yang punya detail tajam, memberikan kesan modern sekaligus berkelas. Beranjak ke samping, karakter SUV ini semakin terasa lewat garis bodi yang tegas. Dimensinya pun cukup bongsor, dengan panjang 4.500 mm, lebar 1.865 mm, dan tinggi 1.680 mm. Dibandingkan rival seperti Honda HR-V dan Toyota Yaris Cross, ukuran J7 memang sedikit lebih besar. Hal ini terasa makin relevan ketika melihat wheelbase 2.672 mm yang berkontribusi pada kabin lebih lega. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Kesan futuristik juga muncul dari bagian belakang, terutama lewat desain lampu LED yang membentang lebar. Ditambah lagi, ground clearance setinggi 200 mm membuat saya cukup percaya diri jika harus membawa mobil ini ke medan semi off-road ringan. Satu hal yang menurut saya menarik adalah pendekatan desain yang minimalis pada emblem. Di bagian belakang, hanya ada tulisan “J7” kecil di sisi kiri bawah, sementara logo “JAECOO” berada di tengah. Sederhana, tapi justru terasa elegan. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Tapi, fitur gagang pintu tersembunyi (flush door handle) memang membuat tampilan mobil lebih futuristik dan aerodinamis. Menurut saya agak kurang praktis, dan terkesan mengabaikan keselamatan. Masuk ke dalam kabin, nuansa premium langsung terasa. Interior Jaecoo J7 ini didominasi warna hitam dengan material soft touch di banyak area, mulai dari dashboard hingga panel pintu. Sentuhan ini membuat kabin terasa lebih nyaman sekaligus meningkatkan kualitas visualnya. Kental nuansa mobil listrik asal China, tapi terasa mewah. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Namun, bukan berarti tanpa catatan. Saya pribadi merasa desain tombol power window agak canggung. Mekanismenya yang maju-mundur, bukan naik-turun seperti kebanyakan mobil, butuh adaptasi. Dalam beberapa kondisi, bahkan sempat tidak sengaja tersenggol dan membuat jendela terbuka. Hal lain yang cukup mengganggu adalah tombol klakson di setir yang terasa agak keras saat ditekan. Meski begitu, setir berlapis kulitnya tetap nyaman digenggam dan memberikan kesan berkualitas. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Secara keseluruhan, dari sudut pandang saya, desain Jaecoo J7 SHS-P berhasil memadukan kesan gagah, modern, dan premium dalam satu paket. Beberapa detail ergonomi memang masih bisa ditingkatkan, tapi untuk urusan tampilan, SUV seharga Rp 509,9 juta (per April 2026) jelas punya daya tarik kuat di kelasnya. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Kelebihan: dimensi lebih besar dari rival, interior premium, desain gagah Kekurangan: tampilan gril bukan selera semua orang, power window kurang ergonomis, tombol klakson keras KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang