Kondisi lalu lintas di Jalan TB Simatupang (ilustrasi) Memasuki awal bulan puasa 2026, pola kemacetan di Jakarta menunjukkan perubahan ritme harian yang terlihat dari grafik pergerakan lalu lintas selama sepekan terakhir. Data tersebut memperlihatkan fluktuasi kepadatan yang berulang setiap hari dengan titik-titik waktu tertentu menjadi periode paling padat. Berdasarkan data TomTom yang dilihat VIVA Otomotif hari ini, Senin 23 Februari 2026, grafik tingkat kemacetan harian menunjukkan lonjakan pertama muncul pada pagi hari setelah pukul 06.00 hingga sekitar pukul 09.00. Pada rentang waktu tersebut, indeks kemacetan meningkat tajam dibanding periode dini hari yang relatif lengang. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Setelah sempat menurun pada menjelang siang, kepadatan kembali bergerak naik pada sore hari. Lonjakan kedua ini terlihat konsisten terjadi mulai sekitar pukul 16.00 hingga menjelang malam, menjadi periode dengan intensitas kemacetan tertinggi sepanjang hari.Data yang sama juga menunjukkan bahwa periode paling rendah kepadatan terjadi pada dini hari hingga menjelang subuh. Pada rentang waktu tersebut, grafik kemacetan berada di titik minimal dan kecepatan kendaraan berada pada level tertinggi.Selama lima hari pertama puasa 2026, pola dua gelombang kemacetan harian tersebut tetap terlihat tanpa perubahan signifikan. Artinya, meski terdapat penyesuaian aktivitas masyarakat selama Ramadan, ritme kepadatan kendaraan masih mengikuti siklus pagi dan sore hari.Hubungan antara tingkat kemacetan dan kecepatan kendaraan juga tampak jelas pada grafik. Ketika indeks kepadatan meningkat pada pagi dan sore hari, batang kecepatan kendaraan turun, sementara saat kepadatan mereda pada malam hingga dini hari, kecepatan kembali meningkat.Pada siang hari ini, kondisi lalu lintas Jakarta tercatat memiliki tingkat kemacetan 61 persen. Kecepatan rata-rata kendaraan berada di kisaran 21,8 kilometer per jam dengan jarak tempuh sekitar 5,5 kilometer dalam 15 menit. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Jumlah titik kemacetan yang terpantau mencapai 115 lokasi dengan total panjang antrean kendaraan sekitar 71 kilometer. Angka tersebut memperlihatkan bahwa tekanan lalu lintas tetap tersebar di berbagai ruas jalan utama ibu kota.Secara keseluruhan, data awal Ramadan 2026 menunjukkan bahwa jam macet di Jakarta masih didominasi dua periode utama, yakni pagi dan sore hari. Pola ini menegaskan bahwa mobilitas kendaraan selama bulan puasa tetap membentuk siklus kepadatan harian yang berulang di jaringan jalan perkotaan.