Sempat menjadi salah satu kebanggaan Kota Depok pada awal kemunculannya, layanan angkutan kota (angkot) AC dikabarkan akan berhenti beroperasi pada 2 Mei 2026. Informasi ini diumumkan lewat media sosial PT Comuter Anak Bangsa (CAB). Dodi, Koordinator Lapangan PT CAB membenarkan bila layanan angkot AC atau D10A akan berhenti beberapa hari lagi. Ilustrasi angkot AC di Depok. Dirinya mengatakan operasional angkot AC ini dikelola sepenuhnya oleh swasta. Sehingga saat tarif angkot dinaikkan membuat penumpang sedikit berkurang. "Angkot ini swasta murni. Jadi kita tidak seperti Biskita yang dapat subsidi pemerintah. Jadi sekarang beratnya itu karena penumpang berkurang. Namun turunnya tidak banyak. Jadi berat dioperasional," katanya saat dijumpai oleh Kompas.com di Terminal Jatijajar, Rabu (29/4/2026). Angkot AC rute Terminal Jatijajar - Terminal Depok Baru di Kota Depok, Selasa (16/7/2024). Dodi menjelaskan, pada tahap awal tarif angkot Rp 1.000 dan kini menjadi Rp 9.000. Meskipun jumlah penumpang tidak sebanyak awal, namun hingga saat ini angkot yang menggunakan mobil Wuling Confero S itu masih banyak penumpangnya. Terutama saat jam berangkat dan pulang bekerja. Ilustrasi angkot AC di Depok. Sebab angkot ini menghubungkan Terminal Jatijajar sampai ke Terminal Depok. Sehingga pengguna kendaraan umum tidak perlu keluar ongkos berkali-kali untuk ganti transportasi umum lain. Bahkan angkot AC ini menjadi pilihan banyak orang yang hendak atau dari stasiun KRL Depok dan Depok Baru. Ilustrasi angkot AC di Depok. "Awalnya tarifnya Rp 1.000, kemudian Rp 5.000, lalu Rp 7.000 lalu Rp 8.000. Saat tarifnya Rp 8.000 banyak sekali peminatnya," Dodi. Di sisi lain, bila tarif terus dinaikkan untuk menanggung operasional, dikhawatirkan penumpang akan semakin berkurang. Maka dari itu, dirinya berharap jika layanan angkot AC ini juga bisa mendapatkan bantuan dari Pemkot Depok agar bisa berlanjut. Sebab akan ada banyak pegawai yang kehilangan mata pencarian bila layanan ini dihentikan. "Subsidi kan tidak semuanya berupa uang. Bisa saja dari KIR dari pajak, itu bisa saja. Para sopir sudah berkeluarga dan belum ada pengganti pekerjaan," katanya. Dodi juga mengatakan saat ini, sopir angkot AC jumlahnya 10 orang dari 15 orang pada awal peluncuran. Sementara itu, jumlah angkot yang beroperasi 8 unit. Kendati informasi ini menjadi kabar tidak menyenangkan bagi para sopir, namun di sisa hari masa beroperasinya, angkot AC tetap beroperasi seperti biasanya melayani penumpang. "Kami malah tambah operasional di sisa-sisa hari operasi. Kami ingin memperlihatkan kepada management bahwa kita itu serius. Jadi kami kerja itu tidak main-main," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang