Berburu unit di balai lelang merupakan salah satu cara yang kerap dilakukan diler mobil bekas untuk mengisi stok dagangan. Kendati demikian, sebagian pemilik diler kini justru cenderung menghindari mobil bekas tarikan perusahaan pembiayaan (leasing). Ada beberapa pertimbangan utama yang membuat pebisnis mobil bekas enggan mengambil unit tarikan leasing, mulai dari kondisi fisik kendaraan yang membutuhkan banyak perbaikan hingga potensi kendala pada dokumen kepemilikan. Kondisi Fisik dan Risiko Suku Cadang Hendrik, pemilik diler mobil bekas Auto 95 di Jakarta, mengungkapkan bahwa dirinya masih mau menerima unit tarikan leasing dengan syarat kondisinya masih layak serta dokumennya tidak bermasalah. Mobil bekas tarikan leasing di balai lelang "Kalau kondisi masih bagus ya bisa saja, asal tidak sulit dapat BPKB-nya. Tapi kebanyakan kurang bagus, atau kadang sudah ditukar-tukar sparepart-nya," ujar Hendrik kepada Kompas.com, Senin (5/10/2026). Senada dengan Hendrik, Andi selaku pemilik diler Jordy Motor di Jakarta memilih untuk tidak lagi berburu mobil tarikan leasing. Menurutnya, unit yang masuk balai lelang saat ini didominasi oleh kendaraan operasional dengan tingkat pemakaian tinggi. "Dulu iya, sekarang tidak. Dulu dapat dari teman, jadi dapat yang bagus-bagus mobilnya. Kalau sekarang kebanyakan mobil tarikan leasing bekas taksi online. Kilometernya banyak, perbaikannya juga banyak. Mendingan beli mobil yang sudah bagus. Kebanyakan mobil capek," kata Andi. Sementara itu, Toni dari diler Gabe Motor mengaku masih bersedia menerima unit tarikan leasing, meski harus siap menanggung sejumlah kekurangan. "Kalau ada sih saya terima saja, tapi biasanya banyak kekurangannya. Surat-surat pajak mati, mesinnya perlu diperhatikan, dan bodi-bodinya masih perlu diperbaiki," tutur Toni. Sudut Pandang Balai Lelang Marketing Balai Lelang Megatama (Otolink) Agus Salim menjelaskan, mobil tarikan leasing tidak selamanya dalam kondisi buruk. “Ada yang normal juga (pemakai). Kalau mobil-mobil tarikan yang kilometernya gondrong, kebanyakan memang dipergunakan untuk taksi online,” kata Agus kepada Kompas.com. Mobil bekas tarikan leasing di balai lelang Agus menambahkan, unit dengan jarak tempuh tinggi umumnya memang mendominasi model-model kendaraan tertentu yang difungsikan untuk kegiatan operasional harian. “Itu juga mobil-mobil tertentu (yang kilometer gondrong). Biasanya model Sigra, Calya, jadi yang mobilitasnya tinggi, sehari-hari,” kata Agus. Bagi pebisnis mobil bekas, keputusan membeli unit tarikan leasing sangat bergantung pada kalkulasi modal dan efisiensi waktu perbaikan. Meski harga awal di balai lelang relatif lebih miring, besarnya biaya perbaikan mesin, penyegaran bodi, hingga pengurusan pajak tertunggak kerap menggerus margin keuntungan dan memperlama rotasi penjualan unit di diler.