Media test drive Toyota New Veloz Hybrid di Pusdik Lantas Polri Membawa pulang mobil baru sering kali membuat pemilik ingin langsung merasakan seluruh kemampuan kendaraan. Tidak sedikit pengemudi yang langsung memacu mobil di jalan tol, mencoba akselerasi penuh, hingga membawa beban maksimal tanpa mempertimbangkan masa adaptasi awal kendaraan. Padahal, mobil baru tetap membutuhkan proses penyesuaian komponen atau yang dikenal sebagai break-in alias inreyen. Tahap ini merupakan periode awal saat berbagai bagian penting seperti mesin, transmisi, dan sistem pengereman mulai bekerja bersama dalam kondisi penggunaan nyata setelah keluar dari pabrik. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara menjelaskan bahwa mobil modern memang diproduksi dengan tingkat presisi tinggi. Meski demikian, pemilik tetap disarankan melakukan pengecekan awal setelah pemakaian tertentu.“Inreyen sendiri sebenarnya tergantung dari pemahaman masing-masing pengguna kendaraan. Namun untuk mobil baru, yang dianjurkan adalah melakukan pengecekan setelah penggunaan di 1.000 kilometer pertama,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip VIVA Otomotif Kamis 26 Februari 2026.Perkembangan teknologi manufaktur membuat toleransi komponen semakin rapat dan gesekan dapat ditekan. Kualitas pelumas serta cairan pendukung seperti minyak rem dan cairan pendingin juga semakin baik sehingga ketahanan komponen meningkat.Meski begitu, masa adaptasi tetap dinilai penting dan ada sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihindari pemilik mobil baru. Dalam periode sekitar satu bulan atau 1.000 kilometer pertama, pengemudi tidak dianjurkan langsung memaksimalkan performa kendaraan agar komponen dapat menyesuaikan diri dengan pola penggunaan serta kondisi lingkungan.Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah pengereman mendadak secara berulang pada 500 kilometer awal. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat keausan komponen rem yang masih berada pada fase penyesuaian.Selain itu, pengemudi sebaiknya tidak memacu kendaraan pada kecepatan tinggi secara terus-menerus selama 1.000 kilometer pertama. Akselerasi agresif dan membawa muatan berlebih juga disarankan untuk dihindari guna menjaga performa mesin serta sistem transmisi tetap optimal.Masa penggunaan awal juga menjadi kesempatan bagi pemilik untuk mengenali karakter kendaraan. Pengemudi dapat memanfaatkan periode ini untuk memahami respon mesin, pengoperasian fitur, hingga kebiasaan berkendara yang paling sesuai dengan mobil tersebut.Pemantauan kondisi kendaraan juga penting dilakukan sejak awal pemakaian. Pemeriksaan tekanan ban, level cairan, serta perhatian terhadap indikator pada panel instrumen dapat membantu mendeteksi potensi masalah lebih cepat. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Pengemudi juga dianjurkan peka terhadap perubahan perilaku kendaraan, seperti munculnya suara mesin yang tidak biasa atau performa pengereman yang menurun. Respons cepat terhadap gejala tersebut dapat mencegah kerusakan berkembang lebih jauh.Dengan menghindari kebiasaan yang kurang tepat pada masa awal pemakaian, mobil baru tidak hanya terasa nyaman digunakan, tetapi juga berpotensi memiliki umur pakai yang lebih panjang serta performa yang tetap terjaga.