Persaingan pasar mobil listrik di Indonesia makin sengit. Data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari-Juli 2026, menunjukkan lanskap yang cukup mengejutkan. Bukan BYD yang menduduki puncak klasemen penjualan mobil listrik individual, melainkan satu model dari merek yang baru saja mencicipi manisnya perakitan lokal, Jaecoo. Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, Jaecoo J5 EV berhasil membukukan penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) sebanyak 20.088 unit untuk varian Premium saja. Kalau digabung dengan varian Standart, angkanya tembus lebih dari 20.100 unit. Pencapaian ini tidak main-main. Angka tersebut membuat J5 EV setara, bahkan mengungguli, penjualan sejumlah model sedan dan SUV konvensional yang sudah malang melintang bertahun-tahun di pasar Tanah Air. Lonjakan ini tak lepas dari status J5 EV yang kini dirakit secara CKD (Completely Knock Down) di dalam negeri, sehingga harganya bisa lebih kompetitif dibanding versi impor utuh. Strategi lokalisasi produksi ini rupanya jadi kunci yang membuka pintu lebar-lebar bagi konsumen Indonesia untuk beralih ke kendaraan listrik. BYD Atto 1 di IIMS 2026 Lantas, siapa saja yang mengisi jajaran lima besar mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026? Berikut rangkumannya. kaca film J5 EV 1. Jaecoo J5 EV: 20.145 unit Model ini menjadi kejutan terbesar tahun ini. Dengan basis produksi lokal, J5 EV melesat jauh meninggalkan kompetitor sekelasnya. Tren penjualannya pun konsisten naik setiap bulan sejak awal tahun, mengindikasikan minat pasar yang terus tumbuh terhadap produk ini. BYD Atto 1 STD resmi meluncur 2. BYD Atto 1: 14.349 unit Mobil listrik mungil asal Tiongkok ini tetap jadi andalan BYD di segmen entry level. Kombinasi varian Dynamic, Premium, dan Standard, baik yang masih CBU maupun yang sudah CKD, membuat Atto 1 konsisten bertengger di papan atas. Menariknya, versi CKD Atto 1 mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan pada paruh kedua periode ini, seiring makin matangnya jalur produksi dalam negeri BYD. Geely EX2 Max. 3. Geely EX2: 8.174 unit Geely EX2, terutama varian Max, menjadi salah satu kejutan menyenangkan tahun ini. Penjualannya melonjak tajam pada Mei hingga Juli, menandakan brand asal Tiongkok ini mulai serius menggarap pasar mobil listrik terjangkau di Indonesia. BYD M6 di GIIAS 2026 4. BYD M6: 6.015 unit Sebagai model MPV listrik, BYD M6 justru mencetak angka yang jauh lebih deras di awal tahun sebelum melandai di pertengahan tahun. Segmen MPV listrik memang jadi salah satu ceruk yang mulai dilirik konsumen keluarga Indonesia yang mencari alternatif ramah lingkungan untuk mobilitas sehari-hari. BYD Sealion 7 di IIMS 2026 5. BYD Sealion 7: 4.176 unit Melengkapi lima besar, Sealion 7 hadir sebagai representasi SUV coupe listrik BYD yang lebih premium. Meski volume penjualannya sempat tinggi pada kuartal awal tahun, tren bulanannya cenderung menurun belakangan ini seiring makin banyaknya pilihan yang bermunculan di segmen serupa. BYD Masih Terlaris Jika Dihitung per Merek Meski J5 EV unggul sebagai model individual terlaris, BYD tetap tak tergoyahkan sebagai merek dengan penjualan mobil listrik terbanyak secara keseluruhan. Jika seluruh lini produknya digabungkan, mulai dari Atto 1, Atto 3, Dolphin, M6, Seal, Sealion 7, hingga E6, total penjualan BYD sepanjang Januari-Juli 2026 diperkirakan menembus lebih dari 26.500 unit. Di luar lima besar, sejumlah pemain lain juga patut diperhitungkan. Wuling, misalnya, mencatatkan total penjualan gabungan dari lini Air ev, Binguo, Cloud, Darion EV, dan Eksion EV yang mencapai sekitar 7.300 unit. Sementara itu, Denza D9 tampil menarik dengan raihan 2.982 unit, angka yang cukup mengesankan mengingat posisinya sebagai MPV listrik premium dengan banderol harga yang tidak murah. Fenomena ini menegaskan satu hal: peta persaingan mobil listrik di Indonesia kini didominasi merek-merek asal Tiongkok, dengan strategi lokalisasi produksi sebagai senjata utama untuk menekan harga jual dan menggaet konsumen sebanyak-banyaknya.