Yamaha Indonesia membuka peluang menjadi penyuplai kendaraan operasional untuk koperasi desa merah putih. Yamaha memiliki berbagai lini motor yang cocok buat kendaraan operasional proyek tersebut. Apalagi motor-motor Yamaha sudah diproduksi di Indonesia dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi."Kalau memang proses pitching-nya semua itu terbuka, clear, ya why not. Kalau memang terbuka untuk manufaktur atau ATPM untuk join, ya kenapa tidak," buka Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg., kepada wartawan di Jakarta, Jumat (27/2/2026).Menurut Rifki, Yamaha memiliki cukup banyak pilihan untuk pasar fleet atau armada. "Jadi, tergantung dari kebutuhan fleet tersebut, kadang ada yang mintanya sport, kadang ada yang mintanya premium skuter, dan yang mintanya entry level juga ada. Untuk saat ini yang paling banyak di entry level sama moped (bebek)," kata Rifki. Rifki menambahkan, Yamaha siap memberikan harga kompetitif seandainya memang itu yang diinginkan oleh pengelola kopdes merah putih. "Yang pasti, kita memberi harga yang kompetitif. Kenapa bisa seperti itu? Karena memang kandungan TKDN (lokal) kami (Yamaha) cukup tinggi," terang Rifki.Diberitakan sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara telah melakukan pengadaan kendaraan roda empat juga sepeda motor roda tiga untuk mendukung operasional kopdes merah putih. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai ratusan ribu unit."Sepeda motor tiga rodanya sama, (total berjumlah) 160 ribu juga. Dari semua produsen di Indonesia sudah kita pesan juga," jelas Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota saat ditemui di Cawang, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2026).Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah menghubungi seluruh produsen motor roda tiga yang ada di Indonesia. Tapi, pesanan membludak membuat lini produksi lokal kewalahan."Viar, Kaisar, terus Ace, di depan ada TVS, mereka juga tidak mampu produksi yang banyak. Sisanya kita pesannya dari luar, kita impor terpaksa, karena mereka sudah tidak mampu lagi (produksi lokal)," tambah dia.