— Ban merupakan komponen vital pada sepeda motor yang bakal aus seiring pemakaian harian. Selain memegang fungsi utama penunjang keselamatan dan daya cengkeram, pemilihan ban juga ampuh mendongkrak penampilan sepeda motor harian. Berdasarkan pantauan Kompas.com di sentra komponen roda dua kawasan Bogor, terdapat tren menarik di kalangan pengguna skuter matik (skutik). Banyak pemilik kendaraan yang memadukan pelek aftermarket jenis CNC dengan balutan ban berkarakter soft compound. Tampilan Bernuansa Balap Kombinasi pelek CNC dan ban soft compound disukai karena profil bannya yang relatif lebih membulat. Hal ini seketika mengubah tongkrongan skutik harian menjadi lebih padat dan bernuansa balap. Modifikasi Yamaha Aerox Alpha dana pelajar "Kalau buat anak-anak muda, yang biasa beli pelek CNC rata-rata (juga) pakai (ban) soft compound," ucap salah satu tenaga penjual Wong Jaya Motor kepada Kompas.com, Minggu (13/9/2026). Di pasaran komponen dan aksesoris roda dua, ban jenis soft compound tersebut dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau, yaitu mulai dari Rp 380.000 hingga Rp 400.000-an per item. Konsekuensi Penggunaan Harian Meski menawarkan estetika ala motor balap dan daya cengkeram instan yang maksimal, muncul pertanyaan mengenai ketahanan ban soft compound jika diandalkan untuk mobilitas harian. Product Market Evaluation Section Head Ban FDR Tutas Hegarmanah menjelaskan bahwa dalam industri ban terdapat tingkatan kekerasan kompon (compound), mulai dari soft, medium, hingga hard. Istilah ini memang sangat akrab di dunia balap motor. Tutas memaparkan bahwa ban kategori soft compound menggunakan racikan bahan yang lebih lembut demi mendapatkan cengkeram maksimal saat digunakan melaju. Namun, tingginya daya cengkeram tersebut membawa konsekuensi logis pada tingkat abrasi material ban itu sendiri saat bergesekan dengan aspal harian. "Dengan cengkraman yang baik maka tingkat abrasinya akan semakin besar, sehingga ban soft compound akan lebih cepat habis dibanding dengan medium / hard compound," ujar Tutas. Oleh karena itu, bagi pemilik skutik yang ingin mengadopsi tren ini untuk harian, perlu bersiap menanggung konsekuensi bahwa usia pakai ban akan jauh lebih singkat ketimbang ban bertipe medium atau hard compound.