Modifikasi pada area kaki-kaki skuter matik (skutik) belakangan ini kian marak dilakukan. Perpaduan antara pelek CNC, sokbreker tabung terpisah, hingga balutan ban soft compound menjadi kombinasi favorit agar tongkrongan sepeda motor terlihat lebih padat dan proper. Kendati demikian, di luar kebutuhan estetika visual, pemilik kendaraan idealnya memahami karakter dari setiap jenis kompon (compound) ban mulai dari soft, medium, hingga hard, sebelum memutuskan untuk menggunakannya dalam mobilitas harian. Perbedaan Karakter dan Daya Cengkeram Product Market Evaluation Section Head Ban FDR Tutas Hegarmanah menjelaskan bahwa istilah kompon merujuk pada tingkat kekerasan material karet yang digunakan pada ban. Ilustrasi ganti ban motor. ilustrasi cek ban motor. “Untuk ban dengan kategori soft, artinya compound yang digunakan lebih lembut untuk mendapatkan cengkeram maksimal saat digunakan,” kata Tutas kepada Kompas.com, Senin (14/9/2026). Namun, daya cengkeram yang tinggi tersebut berbanding lurus dengan tingkat keausan material ban saat bergesekan dengan permukaan jalan. “Dengan cengkraman yang baik maka tingkat abrasinya akan semakin besar, sehingga ban soft compound akan lebih cepat habis dibanding dengan medium/hard compound,” ujar dia. Daya Tahan Usia Pakai Perbedaan tingkat kekerasan kompon ini berdampak langsung pada usia pakai ban ketika diandalkan untuk perjalanan sehari-hari. Tutas memberikan gambaran bahwa ban reguler atau yang bertipe hard compound memiliki daya tahan hingga jarak tempuh 10.000 km sampai 12.000 km. Sementara itu, ban dengan medium compound memiliki usia pakai sekitar 80 persen dari ban reguler. Adapun ban soft compound memiliki daya tahan yang paling singkat, yakni hanya sekitar 70 persen dari kemampuan jarak tempuh ban reguler. Ilustrasi ban motor Peruntukan Medan Jalan dan Aktivitas Dari segi penggunaan, ban soft compound umumnya diandalkan untuk kebutuhan road race, pemakaian harian dengan fokus daya cengkeram, hingga sekadar kebutuhan gaya visual. Kendati demikian, ban jenis ini tidak disarankan untuk aktivitas off-road seperti trail adventure. “Kalau soft compound digunakan untuk trail adventure akan cepat aus kembangannya,” tutur Tutas. Untuk kebutuhan adventure atau lintasan non-aspal, penyesuaian jenis kompon perlu diperhatikan berdasarkan karakter medan jalan yang dilalui. “Untuk adventure dengan kondisi tanah padat, kerikil, dan sedikit lumpur bisa pakai yang medium compound. Sementara untuk kondisi jalan kering, berbatu, atau pasir bisa pakai hard compound,” katanya.