Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui pengelola Trans Jogja resmi memberlakukan penyesuaian tarif layanan angkutan umum tersebut mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian layanan transportasi publik agar tetap berkelanjutan dan inklusif. Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi @transjogja_official. Dalam unggahan itu dijelaskan bahwa terdapat perbedaan tarif berdasarkan metode pembayaran yang digunakan oleh penumpang. Berdasarkan unggahan tersebut, tarif pembayaran tunai Trans Jogja ditetapkan sebesar Rp 3.500 per perjalanan. Sementara itu, penumpang yang menggunakan uang elektronik atau e-wallet akan dikenakan tarif lebih murah, yakni Rp 2.700. Metode pembayaran non-tunai ini mencakup kartu uang elektronik perbankan seperti e-Money, Flazz, TapCash, dan BRIZZI, serta pembayaran digital yang terintegrasi. Khusus untuk pelajar, Trans Jogja tetap memberikan tarif khusus yang sangat terjangkau. Penumpang dengan kartu pelajar hanya dikenakan tarif Rp 500 per perjalanan. Selain itu, terdapat pula tarif spesial sebesar Rp 2.000 yang ditujukan bagi penyandang disabilitas dan lansia. Dalam keterangannya, pengelola Trans Jogja juga menginformasikan bahwa kartu berlangganan dan pengisian saldo dapat diperoleh di sejumlah halte, seperti Halte Jombor, Taman Pintar, Ambarukmo Plaza, Terminal Bandara Adisutjipto, Giwangan, Pakem, dan Palbapang. Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan aplikasi Trans Jogja yang tersedia di Google Play Store dan App Store guna memperoleh informasi rute, layanan, serta pembaruan kebijakan terbaru. Dengan penyesuaian tarif ini, Trans Jogja berharap masyarakat semakin terdorong untuk menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang