Mobil hybrid sering dianggap sebagai teknologi modern yang baru berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Padahal, konsep kendaraan yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik sudah muncul sejak abad 19 atau lebih dari satu abad lalu. Secara sederhana, mobil hybrid adalah kendaraan yang menggunakan dua sumber tenaga, yaitu mesin pembakaran dalam dan motor listrik. Kedua sistem tersebut bekerja saling melengkapi untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus menekan emisi gas buang. Ferdinand Porsche Dikutip dari carsdirect, mobil hybrid pertama di dunia dibuat pada 1899 oleh insinyur asal Austria, Ferdinand Porsche, yang kemudian dikenal sebagai pendiri merek Porsche. mobil hybrid Honda Mobil itu diberi nama System Lohner-Porsche Mixte. Teknologinya tergolong revolusioner pada masanya karena menggunakan mesin bensin untuk menghasilkan listrik yang kemudian menggerakkan motor listrik di roda depan. Lebih dari 300 unit berhasil diproduksi, angka yang cukup besar untuk ukuran industri otomotif saat itu. Namun, perkembangan mobil hybrid tidak berlangsung lama. Kalah Saing Pada 1904, Henry Ford memperkenalkan sistem produksi massal melalui jalur perakitan (assembly line). Inovasi ini membuat harga mobil bermesin bensin turun drastis sehingga jauh lebih terjangkau oleh masyarakat. Sebaliknya, mobil hybrid saat itu memiliki harga lebih mahal, teknologi lebih rumit, dan performanya belum mampu menyaingi mobil konvensional. Baterai mobil hybrid Toyota Akibatnya, minat terhadap mobil hybrid perlahan menghilang. Selama hampir 50 tahun, teknologi ini nyaris tidak mendapat perhatian. Krisis Minyak Perhatian terhadap mobil hybrid kembali muncul pada 1960-an ketika pemerintah Amerika Serikat mulai mendorong pengembangan kendaraan yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi polusi udara. Namun, titik balik sebenarnya terjadi setelah krisis minyak dunia pada 1973. Saat itu, negara-negara Arab menghentikan ekspor minyak ke sejumlah negara sehingga pasokan bahan bakar berkurang dan harga bensin melonjak tajam. Kondisi tersebut membuat produsen mobil mulai mencari alternatif kendaraan yang lebih hemat bahan bakar. Selama lebih dari dua dekade berikutnya, berbagai perusahaan otomotif menggelontorkan investasi besar untuk mengembangkan teknologi hybrid. Baterai mobil hybrid. Toyota Prius Meski penelitian berlangsung lama, hasilnya belum benar-benar sukses di pasar. Pada akhir 1990-an, beberapa mobil listrik murni seperti GM EV1 dan Toyota RAV4 EV sempat diperkenalkan. Namun, keduanya belum mampu menarik minat konsumen secara luas. Perubahan besar terjadi pada 1997 ketika Toyota meluncurkan Prius di Jepang. Prius menjadi mobil hybrid modern pertama yang diproduksi secara massal dan berhasil diterima pasar. Saat mulai dipasarkan di Amerika Serikat pada 2000, Prius langsung menjadi simbol kendaraan hemat bahan bakar. Keberhasilan Prius mendorong hampir seluruh produsen otomotif dunia mengembangkan mobil hybrid sendiri. Ilustrasi emblem mobil hybrid Toyota Era Kendaraan Listrik Saat ini teknologi hybrid telah berkembang jauh dibandingkan generasi awalnya. Hampir semua produsen otomotif besar memiliki model hybrid maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang baterainya dapat diisi ulang dari sumber listrik eksternal. Mobil hybrid juga dianggap sebagai jembatan menuju era kendaraan listrik murni karena mampu mengurangi konsumsi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan pengguna secara drastis. Banyak produsen otomotif bahkan menargetkan sebagian besar lini produknya akan beralih ke kendaraan listrik sebelum 2030. Seiring biaya produksi baterai yang terus turun dan teknologi semakin matang, kendaraan elektrifikasi, baik hybrid maupun listrik murni, diperkirakan akan menjadi semakin terjangkau dan semakin banyak digunakan di berbagai negara.