— Tingginya kepemilikan sepeda motor di Indonesia ternyata belum membuat pasar kendaraan roda dua kehilangan daya tarik. Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Reza mengatakan, penjualan sepeda motor di dalam negeri masih tumbuh sepanjang Januari-Agustus 2026. “Empat dari setiap orang Indonesia memiliki kendaraan roda dua. Namun, data menunjukkan hal yang berbeda,” kata Faisol di pembukaan Automechanika Jakarta 2026 di PIK 2, Tangerang, Kamis (24/9/2026). Fasiol mengatakan, pertumbuhan penjualan motor terjadi di tengah tekanan terhadap daya beli rumah tangga. "Selama periode Januari hingga Agustus 2026, penjualan domestik sepeda motor mencapai sebanyak 4,3 juta unit. Terus meningkat, atau meningkat 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya," katanya. Sejumlah pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah membentuk satuan tugas (Satgas) pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi guna memastikan penyalurannya berjalan tertib, tepat sasaran, tepat volume, dan tepat manfaat sebagai tindak lanjut atas banyaknya antrean kendaraan di sejumlah SPBU di daerah tersebut. ANTARA FOTO/Arnas Padda/kye "Pertumbuhan ini terjadi meskipun ada tekanan terhadap daya beli rumah tangga, didukung oleh insentif keuangan dan pajak yang kuat," ujarnya. "Pasar tidak mengalami stagnasi, justru tetap tangguh," katanya. Ekspor Motor dan Komponen Tidak hanya pasar domestik, Faisol mengatakan, industri roda dua Indonesia juga memiliki aktivitas ekspor yang besar. Faisol mengatakan, ekspor kendaraan roda dua dalam bentuk Completely Built Up (CBU) mencapai 5,29 juta unit. Sementara itu, ekspor komponen mencapai 113,94 juta bagian. "Kinerja ekspor kita menunjukkan posisi nyata Indonesia. Kekuatan tetap ada meskipun ekspor CBU menghadapi tantangan global," katanya. Suasana pameran IMOS (Indonesia Motorcycle Show) "Ekspor mencapai 5,29 juta unit dan ekspor komponen mencapai 113,94 juta bagian," ujarnya. Besarnya angka ekspor tersebut menunjukkan bahwa industri roda dua nasional tidak hanya bergantung pada permintaan di dalam negeri. Indonesia juga memiliki basis produksi yang melayani kebutuhan pasar luar negeri, baik melalui pengiriman sepeda motor secara utuh maupun komponen. Belum Jenuh Tingginya jumlah sepeda motor yang sudah beredar di Indonesia kerap memunculkan anggapan bahwa pasar roda dua mulai mencapai titik jenuh. Ilustrasi diler motor Honda di Jakarta yang memajang motor baru Namun, data penjualan domestik dan kinerja ekspor menunjukkan bahwa aktivitas industri masih berjalan positif. Sehingga Faisol menilai kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang pengembangan bagi industri otomotif roda dua Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor domestik sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 4.362.078 unit. Angka tersebut meningkat 2,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat penjualan sebanyak 4.269.718 unit.