Rumah berbentuk bus Agra Mas di Dukuh Tandan, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial kini telah mengantongi izin dari pihak terkait. Hunian milik Supardi (43), atau yang akrab disapa Bagong, ini sempat menjadi perhatian karena bentuknya yang menyerupai bus double decker serta dilengkapi logo Agra Mas pada bagian fasad rumah. “Saya sudah lega, dari pihak manajer Agra Mas sudah ke sini, sudah minta izin dan sudah disetujui. Cuma saya minta izin itu nantinya dibuat tertulis,” ucapnya kepada Kompas.com, Senin (27/4/2026). Penyematan logo Agra Mas pada bagian depan rumah berbentuk bus tersebut menjadi alasan perlunya izin dari pihak terkait. Ke depan, Supardi juga berencana melakukan pengecatan rumahnya semakin menyerupai bus Agra Mas double decker Scania K410, baik dari sisi warna maupun detail eksteriornya. Supardi dan rumah miliknya yang menyerupai bus AKAP PO Agramas di Kopen, Jatipurno, Wonogiri. Supardi bercerita bahwa ide membangun rumah tersebut muncul karena dirinya merupakan pelanggan setia bus Agra Mas untuk rute Wonogiri–Jakarta. “Sejak awal saya memang pelanggan Agra Mas. Pulang-pergi ke Jakarta selalu pakai armada Agra Mas, dari dulu sampai sekarang. Dari situ saya terinspirasi untuk membuat rumah berbentuk bus, karena saya ingin tampil beda dari yang lain,” ucapnya. Namun, pada awal pembangunan, sejumlah tetangga sempat merasa heran dan memberikan masukan agar rumah dibuat seperti hunian pada umumnya. “Dari awal dari geser tanah (banyak warga yang heran), kalau tanah kan rata-rata rumah itu kan digeser rata ya kan mas. Rata dulu baru kasih fondasi,” kata Supardi. “Nah Kalau ini kan dulu geser tanah itu ada yang naik, ada yang turun (tidak diratakan semua). Jadi dilihat itu enggak jelas gitu loh ya. Makanya tetangga, bahkan saudara tanya, itu mau bikin apa. Semua warga pada heran, maksudnya mau bikin apa, kok gesernya (bangun pondasinya) kayak begitu,” ucapnya. Namun, setelah rumah tersebut berdiri, warga sekitar mulai memahami konsep yang diusung dan memberikan dukungan terhadap keberadaannya. Rumah tersebut dibangun di atas lahan sekitar 90 meter persegi, dengan dua bangunan utama yang sama-sama mengusung konsep menyerupai kendaraan bus. Rumah bentuk bus di Dusun Tandan, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Bangunan pertama dibuat menyerupai bus double decker dengan ukuran lebar 4 meter, tinggi 5 meter, dan panjang sekitar 13 meter. Sementara itu, bangunan kedua memiliki ukuran lebih kecil, menyerupai bus mini dengan dimensi yang lebih standar. Supardi mengatakan, saat ini pembangunan rumah tersebut baru mencapai sekitar 60 persen. Proyek ini telah menghabiskan dana sekitar Rp 125 juta, dan pengerjaan terhenti karena kendala anggaran. Ia memperkirakan, untuk tahap penyelesaian atau finishing masih dibutuhkan tambahan biaya sekitar Rp 70 juta hingga Rp 100 juta agar rumah dapat benar-benar rampung sesuai konsep yang direncanakan. Meski begitu, hingga kini, rumah unik berbentuk bus tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan terus menarik perhatian warga maupun warganet karena konsepnya yang tidak biasa KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang