Ilustrasi mobil bekas Memasuki kuartal kedua tahun 2026, dinamika pasar mobil listrik (electric vehicle/EV) bekas di Indonesia semakin menarik untuk disimak. Melimpahnya pilihan unit baru dari berbagai jenama global berdampak langsung pada terkoreksinya harga unit seken di pasaran. Kondisi ini membuat harga mobil listrik bekas mengalami penyesuaian cukup dalam dalam waktu relatif singkat. Selain karena siklus produk yang cepat, kehadiran model-model baru dengan teknologi lebih mutakhir juga ikut menekan nilai jual kembali generasi sebelumnya. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Bagi konsumen dengan anggaran terbatas namun ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan, April 2026 menjadi momentum yang tepat. Harga yang semakin terjangkau membuka peluang untuk memiliki mobil listrik dengan fitur modern, tanpa harus menebus unit baru yang masih tergolong mahal.Di segmen city car, Wuling Air ev masih mendominasi bursa mobil bekas. Model ini banyak diminati karena dimensinya yang kompak, praktis untuk penggunaan harian di perkotaan, serta biaya operasional yang relatif rendah.Untuk varian Standard Range produksi 2022, dari pantauan VIVA Otomotif di lapak mobil bekas, Senin 6 April 2026, harganya kini berada di kisaran Rp100 juta hingga Rp145 juta, tergantung kondisi unit. Sementara varian Long Range dengan jarak tempuh lebih jauh ditawarkan mulai Rp165 juta, menjadikannya salah satu EV paling terjangkau di pasar saat ini.Beralih ke segmen yang lebih tinggi, persaingan mulai diwarnai oleh model seperti Chery Omoda E5 dan BYD Dolphin. Kedua mobil ini mulai banyak ditemukan di showroom mobil bekas, seiring meningkatnya distribusi unit baru dalam satu tahun terakhir.Chery Omoda E5 lansiran 2024 kini dijual mulai Rp329 jutaan. Harga tersebut tergolong kompetitif mengingat fitur keselamatan, teknologi, serta performa yang ditawarkan di kelas SUV listrik.Sementara itu, BYD Dolphin tipe Dynamic produksi 2025 dipasarkan di rentang Rp310 juta hingga Rp330 juta. Dengan banderol tersebut, mobil ini menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang sebelumnya mempertimbangkan hatchback bermesin konvensional. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Sorotan utama datang dari Hyundai Ioniq 5. Sebagai salah satu pionir mobil listrik di Indonesia, model ini mengalami depresiasi harga yang cukup signifikan, terutama untuk unit produksi awal.Varian Signature Long Range tahun 2022 yang sebelumnya dibanderol mendekati Rp900 juta, kini bisa ditemukan di pasar mobil bekas mulai Rp419 juta. Penurunan harga ini dipengaruhi oleh bertambahnya pilihan model baru serta perkembangan teknologi yang berjalan cepat di segmen kendaraan listrik.