Teknologi kendaraan dan mobilitas terus berkembang, tidak hanya mengandalkan kendali melalui tangan atau kaki. AiMOGA Robotics mengembangkan kursi roda elektrik yang dapat dikendalikan menggunakan sinyal otak melalui teknologi brain-computer interface (BCI). Kursi roda bernama AiMOGA BCI tersebut meraih juara pertama kategori “Mind-Driven Wheelchair Challenge” dalam Global Brain-Computer Interface × Medical Insurance Innovation Scenario Competition 2026 di Hangzhou, Tiongkok. Robot Chery mengembangkan kursi roda yang bisa dikendalikan dengan sinyal otak. Teknologi ini meraih juara di kompetisi BCI China. Dalam kompetisi tersebut, AiMOGA BCI menyelesaikan lintasan dalam waktu 2 menit 16 detik, atau unggul 17 detik dari peserta di posisi kedua. Peserta menggunakan perangkat perekam sinyal EEG (electroencephalography) untuk mengendalikan arah kendaraan. Dikendalikan dengan Sinyal Otak Head of Brain-Computer Interface AiMOGA Robotics Xie Yuyang mengatakan, unit yang digunakan dalam kompetisi disesuaikan dengan lingkungan dan aturan perlombaan. “Pengguna hanya perlu memusatkan perhatian pada tombol arah yang ditampilkan di layar untuk mengendalikan pergerakan kursi roda tanpa menggunakan tangan,” ujar Xie Yyang, dalam keterangan resmi (30/9/2026). Robot Chery mengembangkan kursi roda yang bisa dikendalikan dengan sinyal otak. Teknologi ini meraih juara di kompetisi BCI China. AiMOGA BCI menggunakan sistem EEG non-invasif dengan delapan kanal. Sinyal tersebut diterjemahkan menjadi perintah maju, mundur, kiri, kanan, dan berhenti. AiMOGA mengklaim sistemnya memiliki akurasi pengenalan perintah lebih dari 95 persen dengan latensi kurang dari tiga detik. Dilengkapi Sensor untuk Mobilitas Menariknya, fitur penghindaran rintangan berbasis LiDAR dan navigasi peta dinonaktifkan selama kompetisi sesuai aturan. Sementara untuk penggunaan di luar perlombaan, kursi roda ini dilengkapi LiDAR dan kamera depth untuk mendeteksi serta menghindari rintangan. Robot Chery mengembangkan kursi roda yang bisa dikendalikan dengan sinyal otak. Teknologi ini meraih juara di kompetisi BCI China. Sistem tersebut juga memiliki layar sentuh, tombol berhenti darurat, dan kendali manual. Kombinasi BCI, kecerdasan buatan, sensor, serta kendali gerak robot menunjukkan bagaimana teknologi yang selama ini identik dengan kendaraan otonom mulai diterapkan pada perangkat mobilitas personal. Menurut AiMOGA, teknologi ini ditujukan antara lain untuk membantu penyandang paraplegia tingkat tinggi, pasien stroke, serta orang dengan gangguan mobilitas.