Changan Indonesia mulai menunjukkan sinyal ketertarikan untuk memperluas portofolio produknya di pasar otomotif Tanah Air. Tak hanya fokus pada kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV), pabrikan asal China ini juga mulai menimbang potensi teknologi hybrid sebagai salah satu pilihan bagi konsumen Indonesia. Strategi diversifikasi teknologi ini dilakukan di tengah meningkatnya minat pasar terhadap kendaraan elektrifikasi yang menawarkan efisiensi bahan bakar dan performa lebih baik. Meski demikian, Changan tidak ingin gegabah dalam menentukan langkah. CEO Changan Indonesia Setiawan Surya, mengatakan, sistem hybrid dari Changan jadi salah satu pertimbangan untuk dibawa ke Indonesia. Changan Deepal Eado "Itu memang masuk dalam radar kita nih, kita lagi evaluasi. Kalau dilihat modelnya sih oke, tapi kan balik lagi ke harga nih," ujar Setiawan, kepada wartawan, saat ditemui di Chongqing, China, Minggu (19/4/2026). Setiawan menyadari bahwa tantangan utama dalam memasarkan kendaraan elektrifikasi di Indonesia tidak hanya terletak pada kecanggihan teknologi, melainkan juga daya saing harga. Dengan banyaknya merek otomotif global yang sudah lebih dulu terjun di segmen hybrid, Changan harus memastikan produk yang akan dihadirkan memiliki nilai ekonomis yang kompetitif. Menurutnya, pasar otomotif Indonesia memiliki karakteristik unik, yakni jumlah pemain yang sangat padat meskipun volume pasar secara keseluruhan tidak sebesar negara-negara tetangga di kawasan. Kondisi ini membuat setiap pabrikan harus memiliki strategi yang sangat presisi. Mesin hybrid Changan "Kalau kita mau memasukkan (hybrid), kan mesti tahu hitungannya dulu, bisa compete tidak dengan pasar Indonesia. Pasar Indonesia ini kan pasar yang luar biasa lho. Pasarnya juga enggak gede-gede banget, tapi pemainnya kan luar biasa banyak ya," kata Setiawan. Lebih lanjut, Setiawan menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai lini produk hybrid tersebut masih menunggu hasil studi mendalam. Pihaknya berupaya menjaga agar setiap peluncuran model baru, baik itu BEV maupun hybrid, memiliki perencanaan yang matang agar mampu bertahan dalam jangka panjang. Changan Deepal Eado "Jadi, kita kalau mau memasukkan sesuatu memang rencananya harus matang nih. Jadi, ya itu masuk ke radar. Tapi, jadi masuk atau enggaknya, kapannya, ya kita lihat dulu, tergantung hitung-hitungannya," ujarnya. Untuk diketahui, Changan memiliki teknologi Blue Core HEV. Teknologi tersebut sudah diperkenalkan secara global pada 30 Maret 2026. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang