Changan berencana menjual mobil listrik dengan mesin untuk menambah jarak tempuh atau REEV di Indonesia, tahun depan. REEV, singkatan dari Range Extended Electric Vehicle merupakan kendaraan listrik berbasis baterai dengan tambahan mesin bensin untuk bantu mengecas baterai. Sehingga jarak tempuhnya bisa lebih jauh dari mobil listrik saja. Sebenarnya Changan bisa menjadi yang pertama menjual mobil dengan konfigurasi tersebut. Tapi apa tujuan di balik hadirnya mobil dengan teknologi REEV di Indonesia? Changan Deepal S05, calon REEV pertama Changan untuk pasar Indonesia Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia menjelaskan, berdasarkan studi yang sudah Changan lakukan di pasar Thailand dan Indonesia, REEV bisa jadi solusi pemilik mobil listrik tapi punya range anxiety. "Pertama kita mau sejalan dengan pemerintah untuk menurunkan emisi karbon dan mengurangi konsumsi BBM. Kita juga ingin mempercepat peralihan konsumen untuk menggunakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan," kata Setiawan di Chongqing, Jumat (24/10/2025). Setiawan menjelaskan, REEV bisa menghilangkan range anxiety saat mobil listrik dipakai jarak jauh. Kapasitas baterainya cukup besar kalau dipakai sekitar perkotaan dan mesin bensin bisa bantu terus mengecas baterai supaya tetap jalan lebih jauh. "Pada dasarnya REEV itu adalah mobil listrik, tapi ada mesin yang bisa menjadi generator, dia tidak menggerakkan roda. Dalam kota full listrik, ketika mau keluar kota enggak perlu khawatir," kata Setiawan. Contohnya adalah Deepal S05 REEV yang sudah dijual di Thailand. Kapasitas baterainya adalah 27 kWh, dengan mesin 1.500cc sebagai generator. Jarak tempuh EV saja mencapai 170 km (NEDC), tetapi jika dikombinasikan dengan bensin dan tangki penuh (45 liter), bisa tembus 1.000 km. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.