Kota Semarang, Jawa Tengah, resmi memulai era baru transportasi ramah lingkungan. Sebanyak 27 unit bus listrik rakitan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) kini resmi mengaspal untuk melayani koridor utama Trans Semarang. Bus listrik tersebut menghubungkan wilayah barat hingga timur ibu kota Jawa Tengah tersebut. Pengoperasian bus-bus ramah lingkungan ini akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun. Transportasi Ramah Lingkungan Langkah strategis Pemkot Semarang ini menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi publik yang modern sekaligus upaya menekan polusi udara dari kendaraan beremisi tinggi atau yang sering dijuluki "cumi-cumi darat" di jalanan kota. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyambut positif percepatan elektrifikasi di wilayahnya. Menurutnya, pembenahan moda transportasi publik ramah lingkungan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan udara perkotaan. "Kehadiran bus listrik Trans Semarang menjadi salah satu langkah nyata agar masyarakat mendapat pilihan mobilitas yang lebih sehat dan berkelanjutan," kata Agustina dikutip dari keterangan resmi, Senin (28/9/2026). Ia menambahkan, pengoperasian bus dengan tingkat kebisingan rendah dan bebas emisi gas buang ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih senyap dan nyaman bagi warga Semarang. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi mengoperasikan 27 bus listrik berbasis low deck untuk melayani Koridor I rute Terminal Mangkang–Terminal Penggaron.  Desain Low Deck dan Aksesibel Dari sisi teknis, bus listrik berdimensi panjang 12 meter ini mengusung tipe low deck, sehingga pintu masuk rendah. Desain ini dirancang khusus agar inklusif dan mudah diakses oleh seluruh kalangan pengguna jalan, mulai dari anak-anak, lansia, hingga penyandang disabilitas. Memiliki kapasitas hingga 60 penumpang, bus listrik ini dialokasikan untuk melayani Koridor 1 Trans Semarang dengan rute Terminal Mangkang–Terminal Penggaron. Seluruh perakitan kendaraan dilakukan oleh VKTR, sementara pengerjaan bodi dan karoseri dipercayakan kepada Laksana, pembuat karoseri lokal yang berbasis di Ungaran, Jawa Tengah. Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, menyampaikan bahwa kolaborasi ini mengintegrasikan keahlian manufaktur kendaraan listrik VKTR dengan rekam jejak panjang Laksana di industri karoseri nasional. "Kolaborasi ini memadukan kompetensi manufaktur VKTR dan pengalaman Laksana untuk menghasilkan armada yang nyaman, aksesibel, dan siap mendukung mobilitas masyarakat. Ini juga bentuk kontribusi industri Jawa Tengah dalam mendorong elektrifikasi kendaraan di Indonesia," kata Stefan.