Perubahan besar tengah dijalani Yamaha jelang MotoGP 2026. Pabrikan Jepang itu resmi meninggalkan mesin empat silinder segaris yang telah menjadi identitas mereka selama puluhan tahun, dan beralih ke konfigurasi V4. Namun bagi Fabio Quartararo, mesin baru tersebut sejauh ini masih belum benar-benar menunjukkan potensi penuhnya. Quartararo mengakui bahwa fase pengujian Yamaha V4 hingga saat ini belum difokuskan pada kecepatan maksimal. Fabio Quartararo saat mengetes Yamaha M1 V4 di Sirkuit MIsano Pengembangan masih berada pada tahap eksplorasi, dengan Yamaha memilih menjalankan mesin dalam konfigurasi daya yang lebih rendah demi membangun keandalan secara bertahap. V4 M1 sendiri sudah sempat tampil dalam tiga kesempatan sebagai motor wildcard bersama Augusto Fernandez pada musim lalu. Selain itu, Quartararo dan pebalap utama Yamaha lainnya juga sempat menjajal motor ini dalam sejumlah tes di penghujung 2025. Meski demikian, impresi sang juara dunia 2021 terhadap V4 masih tergolong datar. Situasi ini tidak lepas dari pendekatan pengujian Yamaha yang sangat konservatif. Bahkan dalam tes privat sekalipun, Quartararo menegaskan bahwa mesin tersebut belum pernah dipacu sepenuhnya. “Saat ini, menurut saya pengalaman saya dengan V4 masih sangat minim. Terutama karena saat kami melakukan pengujian, kami tidak pernah benar-benar fokus untuk melaju dengan cepat,” ujar Quartararo di Jakarta, Rabu (21/1/2026). “Kami selalu mengubah konfigurasi, menguji hal-hal baru. Jadi, saya tidak bisa mengatakan dengan pasti apa perbedaannya [antara V4 dan mesin empat silinder segaris],” kata dia. Fabio Quartararo saat mengetes Yamaha M1 V4 di Sirkuit MIsano Quartararo menyadari bahwa fase tersebut memang bagian dari proses pengembangan. Namun ia juga menilai bahwa titik fokus harus segera bergeser ke performa penuh, terutama dengan jadwal uji coba pramusim yang semakin dekat. “Jadi, sekarang kita akan punya waktu lima hari di Malaysia, di mana pada satu titik kita perlu fokus pada performa penuh. Namun saat ini, saya rasa masih terlalu dini untuk mengatakan apa perbedaan antara kedua mesin tersebut,” ucap Quartararo. Sebagai satu-satunya pabrikan dengan status konsesi peringkat D pada MotoGP 2026, Yamaha memiliki keleluasaan lebih dalam pengujian. Yamaha YZR-M1 2026 Uji coba pramusim mereka akan dimulai akhir pekan depan di Sepang, sebelum dilanjutkan dengan tes resmi selama tiga hari pada 3–5 Februari. Menariknya, Quartararo tidak merasa perlu menjalani proses adaptasi yang panjang untuk memahami karakter V4, meski ia mengakui adanya perubahan signifikan dibanding mesin sebelumnya. “Saya rasa saya sebenarnya tidak membutuhkan proses pembelajaran. Tentu saja, Anda merasa motor ini adalah Yamaha, tetapi ini adalah motor yang benar-benar baru,” kata Quartararo. Yamaha M1 dengan mesin V4 dalam sesi tes privat di Sirkuit Brno “Namun, sejak hari pertama, di Barcelona [tahun lalu], saya cukup cepat beradaptasi dengan penyaluran torsi, yang merupakan perbedaan terbesar,” ujarnya. Meski demikian, perubahan pada Yamaha V4 tidak hanya terletak pada mesin. Quartararo menilai bahwa transformasi menyeluruh pada motor justru menjadi tantangan terbesar. Menurut Quartararo, langkah paling krusial saat ini adalah menemukan basis pengaturan yang tepat, sebelum benar-benar mengeksplorasi batas performa motor. Yamaha berencana mengamankan Fabio Quartararo untuk MotoGP 2027 Dengan waktu pengujian yang semakin intensif di Sepang, Yamaha dan Quartararo kini berada di fase penentuan. Mesin V4 mungkin belum menunjukkan wajah aslinya, tetapi harapan besar tertumpu pada momen ketika fokus pengembangan akhirnya beralih penuh ke satu hal, yaitu kecepatan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang