Pebalap Fabio Quartararo menilai Yamaha MotoGP masih membutuhkan “beberapa bulan lagi untuk siap” dengan motor V4 terbarunya agar bisa bersaing kompetitif di MotoGP. Sebelumnya pebalap asal Perancis itu kedapatan memberikan isyarat jari tengah ke arah motornya pada hari pertama tes resmi pramusim MotoGP di Buriram, Thailand. Juara Dunia MotoGP 2021 itu bahkan memprediksi musim 2026 akan lebih banyak diisi proses pengembangan dengan hasil yang belum maksimal. “Saya mencoba memberikan kemampuan maksimal saya,” ujar Quartarar yang terlihat frustrasi sepanjang tes berlangsung, dikutip dari Crash, Senin (23/2/2026). Fabio Quartararo saat mengetes Yamaha M1 V4 di Sirkuit MIsano “Kita bisa lihat kami tujuh sampai delapan persepuluh lebih lambat dibanding simulasi balapan tahun lalu di tes ini," ujarnya. “Tapi saya pikir ini proses panjang dan kami butuh beberapa bulan lagi untuk siap,” kata Quartararo. Yamaha berharap proyek mesin V4 dapat membawa mereka kembali ke jalur kemenangan dalam beberapa musim ke depan. Namun, memasuki 2026, pabrikan asal Jepang itu diperkirakan masih berada di posisi bawah dalam peta persaingan. Fabio Quartararo saat berlaga pada MotoGP Ceko 2025 Pada akhir sesi Buriram MotoGP Test 2026, catatan waktu Yamaha terpaut lebih dari satu detik dari lap tercepat. Tidak satu pun pebalapnya mampu menunjukkan simulasi balapan yang benar-benar kompetitif. Dari sisi performa, mesin V4 Yamaha juga masih tertinggal dalam hal kecepatan puncak. Versi pembaruan dikabarkan akan hadir sekitar seri Spanish Grand Prix. Meski demikian, Quartararo menegaskan pembaruan mesin bukan solusi instan untuk seluruh persoalan motor. “Saya pikir mesin adalah langkah besar dalam peningkatan kami, tapi bukan segalanya. Seperti saat menikung dan grip, itu titik terlemah kami saat ini," ujarnya. Pembalap Tim Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo berlari di jalanan Desa Kuta, Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (2/10/2025). Ajang balapan MotoGP seri ke 18 bertajuk Pertamina Grand Prix of Indonesia akan berlangsung pada 3-5 Oktober 2025. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/bar “Tentu saja tenaganya belum ada, tapi bagi saya yang paling lemah adalah saya tidak bisa membelok dengan baik, saya tidak bisa benar-benar mencatat waktu putaran dengan mulus," kata Quartararo. Quartararo memperkirakan Yamaha tertinggal setidaknya 0,7 detik per lap dalam balapan dan bakal jadi "bulan-bulanan" pabrikan lain untuk bisa bersaing. “Kalau melihat simulasi sprint saya, saya ada di 1 menit 30 detik akhir sampai 1 menit 31 detik awal, tapi saya kesulitan karena ban terlalu panas," katanya. “Kami lihat Jack (Miller) mencoba long run dan berada di 1 menit 32 detik akhir. Jadi masih banyak hal yang harus diperbaiki,” ujar Quartararo. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang