Toyota akhirnya meluncurkan Veloz Hybrid untuk pasar Indonesia. Mobil ini mengusung mesin bensin 1.500 cc yang dikombinasikan dengan teknologi Toyota Hybrid System (THS). Sama seperti pada Zenix dan Yaris Cross Hybrid, sistem Series Parallel Hybrid Toyota terdiri dari mesin bensin, motor dan generator listrik, power control unit, serta power split device (PSD). Dari rangkaian tersebut, PSD menjadi komponen yang cukup penting guna mengoptimalkan efisiensi bahan bakar pada Veloz Hybrid tanpa mengorbankan performa. Mengutip situs resmi Toyota, PSD memiliki tugas untuk membagi distribusi tenaga dari mesin bensin, motor listrik, dan generator listrik menggunakan girboks khusus. Teknologi Power Split Device Toyota Tepat di dalamnya, terdapat sistem planetary gear yang berguna menjaga agar penyaluran tenaga dari berbagai sumber tersebut dapat berlangsung optimal dan tanpa jeda. Proses distribusi dilakukan secara otomatis melalui sistem, sehingga pengendara tak perlu repot turun tangan. Melalui pembagian dan pengaliran tenaga yang tepat antara mesin bensin dan motor listrik, PSD membantu Toyota mencapai keunggulan teknologi hybrid. Tak heran Toyota mengklaim Veloz Hybrid lebih efisien hingga 40 persen dibandingkan Veloz konvensional untuk konsumsi bahan bakarnya. Toyota Veloz Hybrid "Berbeda dengan sistem transmisi umumnya yang mengandalkan pelat kopling yang mudah aus atau torque converter yang berisi fluida, PSD memakai roda gigi yang dikenal ‘badak’ dan lebih sigap dalam menyalurkan tenaga, ditambah kerugian mekanis yang lebih rendah," tulis Toyota. Selain itu, komponen mekanisme yang digunakan PSD lebih awet dan tahan lama lantaran hanya mengandalkan roda gigi. Hal ini berbeda dengan CVT biasa yang masih mengandalkan sabuk baja. Tak hanya sabuk baja, deretan rasio gigi ala mobil matik biasa juga absen. Hal ini membuat PSD lebih kompak, efisien, dan minim perawatan. Mesin Toyota New Veloz Hybrid EV "Alhasil, tidak dibutuhkan penggantian parts seperti cairan transmisi atau pelat kopling. PSD hanya membutuhkan pelumas yang diganti secara berkala." Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang