Selisih harga yang semakin lebar antara Pertamax dan Pertalite membuat berbagai cara dilakukan pemilik kendaraan untuk menekan biaya bahan bakar. Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah mencampurkan minyak kayu putih ke dalam Pertalite dengan harapan nilai oktannya meningkat sehingga mendekati Pertamax. Saat ini, harga Pertamax mencapai Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertalite masih dijual Rp 10.000 per liter. Perbedaan hingga Rp 6.250 per liter membuat banyak pengguna kendaraan memilih turun kelas ke Pertalite. Antrean pengisian BBM Pertalite di SPBU Pertamina Manahan Solo, Kamis (11/6/2026) Tidak Sebanding dengan Risikonya Di tengah kondisi tersebut, muncul anggapan bahwa mencampurkan minyak kayu putih dapat meningkatkan kualitas Pertalite tanpa harus membeli Pertamax. Dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri mengatakan bahwa minyak kayu putih memang memiliki potensi menaikkan angka oktan Pertalite. Namun, peningkatannya tidak terlalu besar. Meski secara teori angka oktan dapat meningkat, Yus mengatakan praktik tersebut tidak direkomendasikan untuk digunakan sehari-hari. Ilustrasi servis motor di bengkel resmi Yamaha Menurut dia, minyak kayu putih bukanlah aditif yang dirancang khusus untuk bahan bakar kendaraan. Campuran tersebut justru berpotensi menimbulkan deposit di ruang bakar yang dapat mengganggu kinerja mesin. "Depositnya rapuh sehingga ikut mengalir keluar bersama gas buang. Akibatnya mengotori atau menyumbat catalytic converter," ujar Yus, kepada Kompas.com belum lama ini. Seperti diketahui, catalytic converter merupakan komponen penting pada sistem pembuangan kendaraan yang berfungsi mengurangi emisi gas buang. Jika komponen ini tersumbat atau rusak, biaya penggantiannya bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung jenis kendaraan. Proses pengukuran liner boring maupun piston demi mendapatkan ukuran yang sesuai dengan keutuhan sepeda motor. Yus juga mengingatkan adanya risiko lain yang lebih serius apabila serpihan deposit terbawa ke ruang katup mesin. "Kalau deposit di ruang bakar yang rapuh dan lepas lalu terselip di antara katup dan dudukannya, maka mesin akan mati karena kehilangan kompresi," kata dia. Jangan Korbankan Mesin demi Menghemat BBM Selain memicu terbentuknya deposit, minyak kayu putih juga memiliki karakteristik yang berbeda dengan aditif bahan bakar yang dikembangkan khusus oleh industri otomotif. Menurut Yus, sifat minyak atsiri yang kesat atau tidak licin dapat mengurangi kemampuan bahan bakar dalam membantu melumasi sejumlah komponen mesin. Knalpot motor ngebul disebabkan oktan BBM yang tidak sesuai atau oli masuk ke ruang pembakaran mesin "Akibatnya komponen mesin yang dilumasi bahan bakar akan lebih cepat aus," ucapnya. Karena itu, ia mengimbau pemilik kendaraan tidak mudah percaya pada berbagai tips yang beredar di media sosial mengenai pencampuran bahan-bahan tertentu ke dalam BBM. Meski terlihat dapat menghemat biaya di tengah mahalnya harga Pertamax, potensi kerusakan mesin dan sistem pembuangan justru bisa membuat biaya perbaikan jauh lebih besar dibanding penghematan yang diperoleh saat mengisi bahan bakar.