Motor skutik dibekali lampu indikator baterai. Dia akan menyala merah ketika sistem mendeteksi baterai mulai lemah. Sehingga, konsumen sebaiknya tak mengabaikannya. Tujuan disematkan lampu tersebut sebagai peringatan kepada pengendara, agar segera mengganti aki yang mulai lemah. Meski terkadang motor tetap bisa dipakai tanpa mengganti baterai terlebih dulu. Rasyid, Service Advisor Ahass Sappitu Cawas Klaten mengatakan lampu indikator baterai pada skutik menandakan tegangan aki sudah terlalu rendah. Ilustrasi skutik murah di diler motor Wahana Honda “Bukan berarti motor sudah tak bisa dipakai bila lampu indikator baterai menyala, hanya saja ada risiko mati di jalan bila sampai tegangan terlalu lemah,” ucap Rasyid kepada KOMPAS.com, Jumat (23/1/2026). Ketika baterai ngedrop, maka skutik tak bisa digunakan karena sudah tak dibekali kick starter. Motor bisa dipakai kembali setelah baterai diganti baru. “Kejadian ini bisa terjadi di mana saja, misal sedang berada di luar rumah atau daerah yang jauh dari bengkel, bisa merepotkan, maka dari itu sebaiknya segera diganti bila sudah muncul tandanya,” ucap Rasyid. Selain itu, baterai juga berpengaruh pada performa mesin. Sehingga, tenaga dan akselerasinya bisa kasar dan kurang. Bahkan, konsumsi BBM bisa menjadi lebih boros. “Sistem injeksi pada motor skutik modern mengandalkan suplai listrik, bila tegangan tak stabil, sistem akan terganggu sehingga bisa bikin brebet atau mogok di jalan,” ucap Rasyid. Technical Service Division PT Astra Honda Motor, Endro Sutarno mengatakan motor yang dilengkapi voltmeter dan lampu indikator baterai, tak lagi dibekali kick starter. “Artinya, lampu indikator dan voltmeter diharapkan bisa menjadi solusi dengan tidak adanya kick starter, secara prinsip instrumen tersebut akan memberikan informasi ke konsumen terkait kesehatan aki secara langsung,” ucap Endro kepada KOMPAS.com, belum lama ini. ilustrasi aki motor matic. Endro mengatakan ada tiga tahapan terkait kesehatan aki pada motor dengan lampu indikator dan voltmeter. Pada tahapan pertama yakni kondisi sehat. “Tandanya aki sehat, ketika kontak diubah ke posisi On lampu indikator aki tidak akan menyala, sementara voltmeter menunjukkan angka 11,5 volt sampai 12,5 volt,” ucap Endro. Begitu juga ketika mesin dihidupkan, menurut Endro, lampu indikator tetap mati dan angka voltmeter bertambah karena adanya pengisian daya baterai. “Waspada, bila kontak On lampu indikator aki akan menyala merah dan voltmeter menunjukkan angka 11,4 volt dengan toleransi 0,4 volt,” ucap Endro. Kondisi tersebut, menurut Endro, mesin masih bisa dihidupkan dengan mudah. Namun, tidak direkomendasikan untuk terus dibiarkan karena sudah ada peringatan sebelumnya. “Sebaiknya dilakukan pemeriksaan terkait kesehatan aki di Ahass, nanti akan disimpulkan perlu ganti baterai atau tidak, karena lampu indikator menyala itu artinya peringatan, bahwa aki sudah lemah,” ucap Endro. Kondisi terakhir, menurut Endro, yakni baterai jelek. Tandanya, lampu indikator baterai menyala saat kontak ON, dengan nilai tegangan aki hanya 10,3 volt. “Kondisi tersebut akan membuat alternating current generator (ACG) starter tidak bisa lagi difungsikan, sehingga konsumen perlu menjaga agar kondisi aki tidak sampai pada tahap ini,” ucap Endro. Jadi, ketika lampu indikator baterai sudah menyala merah, sebaiknya konsumen tidak mengabaikannya. Jangan sampai motor tanpa kick starter mogok di tengah perjalanan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang