Situasi politik Venezuela yang memanas usai penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) membuat perusahaan-perusahaan Jepang meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah korporasi besar dengan rantai pasok ke negara tersebut kini memusatkan perhatian pada pengumpulan informasi dan mitigasi risiko. Dalam laporan Japantoday, Toyota Motor Corp menjadi salah satu perusahaan yang mengambil langkah antisipatif di mana pabrikan otomotif terbesar Jepang tersebut memastikan staf ekspatriat dan keluarganya di Venezuela dalam kondisi aman. Seorang pendukung Presiden Venezuela yang digulingkan, Nicolas Maduro, mengibarkan bendera Venezuela selama demonstrasi untuk menonton sidang Majelis Nasional di layar besar di Caracas pada 5 Januari 2026. Parlemen baru Venezuela dibuka pada 5 Januari dengan para anggota parlemen berteriak ?Ayo Nico!? saat mereka secara paksa mengecam penangkapan pemimpin kiri Nicolas Maduro dalam operasi militer AS pada 3 Januari. Sebagai langkah pengamanan, Toyota menginstruksikan para karyawan untuk tetap berada di rumah atau bekerja secara jarak jauh. Hingga saat ini, belum ada laporan gangguan terhadap fasilitas maupun operasional perusahaan. Selain Toyota, Meiji Co juga menyatakan terus memantau perkembangan terbaru. Perusahaan makanan tersebut menggunakan biji kakao asal Venezuela sebagai bahan baku dan mengklaim pasokan tetap aman berkat ketersediaan stok. Perusahaan dagang Itochu Corp, Mitsui & Co, serta Mitsubishi Corp turut menyampaikan hal serupa. Aktivitas impor kakao dan ekspor kendaraan serta suku cadang ke Venezuela disebut belum terdampak oleh gejolak politik. Berdasarkan data Japan External Trade Organization (JETRO), nilai ekspor Jepang ke Venezuela pada 2024 mencapai 69,41 juta dollar AS. Angka ini tumbuh 16,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kendaraan penumpang, truk, dan komponen otomotif sebagai penyumbang utama. Sementara itu, impor Jepang dari Venezuela meningkat 13,9 persen menjadi 15,47 juta dollar AS. Komoditas utama yang diperdagangkan meliputi biji kakao dan aluminium. Pabrik Toyota di Karawang Kondisi global tersebut turut menjadi perhatian industri otomotif Indonesia. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebelumnya menyatakan belum menerima informasi terbaru terkait dampak gejolak Venezuela terhadap ekspor kendaraan nasional. Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam mengatakan, hingga kini belum ada perubahan atau pembaruan terkait pengiriman mobil ke Venezuela. Perusahaan masih berada dalam tahap pemantauan. “Sampai saat ini belum dapat informasi ekspor ke Venezuela,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (6/1/2025). Adapun Venezuela sendiri termasuk pasar penting bagi ekspor mobil buatan Indonesia, di mana sepanjang Januari–November 2025, Toyota tercatat mengekspor hampir 6.000 unit kendaraan CBU dengan dua model yaitu Wigo alias Agya dan Yaris Cross. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang