Memasuki tahun 2026, banyak layanan bus dengan skema subsidi angkutan umum Buy the Service (BTS) berhenti beroperasi di sejumlah kota. Misalnya, seperti layanan Trans Pakuan Bogor yang sempat berhenti beroperasi pada 1 Januari 2026. Berhentinya layanan Biskita Trans Pakuan untuk kesekian kalinya diklaim lantaran berakhirnya kontrak dengan operator bus. Darmaningtyas, pengamat transportasi dari Instran (Institut Studi Transportasi), turut memberikan komentar pedas terkait hal ini. "Menurut saya ini memalukan karena Bogor itu begitu ditinggal Pak Jokowi, sudah tidak ada perhatian lagi. Padahal jarak Bogor dengan Jakarta hanya beberapa (kilometer) saja," katanya dalam acara diskusi bersama Instran, Kamis (8/1/2027). Buy The Service (BTS) Biskita Transpakuan Bogor Pria yang akrab disapa Tyas itu mengatakan, dirinya kasihan dengan pihak operator bus Biskita Trans Pakuan Bogor. Sebab, semula operator tersebut adalah operator angkot yang didorong menjadi operator bus BTS. Sebagai informasi, PT Kodjari Tata Angkutan merupakan operator awal Trans Pakuan Bogor yang dikelola pemerintah melalui sistem Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). "Semua angkotnya dijual, dia (PT Kodjari Tata Angkutan) investasi untuk Biskita. Tiba-tiba akhir tahun 2025 kemarin program itu dihentikan. Tidak ada subsidi lagi dari pemerintah pusat. Jadi, operator tersebut sekarang tiap bulan harus mengangsur bank, harus membayar maintenance dan sebagainya, termasuk SDM untuk maintenance," katanya. Dari kejadian ini, Tyas mempertanyakan di mana peran pemerintah pusat, terutama kinerja menteri perhubungan saat ini. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang