Mobil Honda Brio Satya di GJAW 2025 Pasar otomotif Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik sepanjang 2025 dengan munculnya tren pergeseran preferensi konsumen. Segmen mobil murah ramah lingkungan atau LCGC justru mengalami tekanan di tengah pertumbuhan kendaraan listrik berbasis baterai. Data industri menunjukkan penjualan wholesales LCGC sepanjang 2025 hanya mencapai sekitar 122 ribu unit. Angka tersebut turun cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang masih mencatatkan permintaan lebih tinggi. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Di sisi lain, kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV justru mengalami lonjakan signifikan. Penjualan BEV meningkat lebih dari dua kali lipat dari sekitar 43 ribu unit menjadi 103 ribu unit sepanjang periode yang sama. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut tren tersebut menandakan perubahan pola konsumsi kendaraan masyarakat Indonesia. “Tren tersebut menunjukkan adanya pergeseran signifikan menuju kendaraan ramah lingkungan,” ujarnya saat pembukaan pameran IIMS 2026, dikutip VIVA Otomotif Kamis 5 Februari 2026.Penurunan LCGC menjadi fenomena menarik karena segmen tersebut sebelumnya dikenal sebagai tulang punggung pertumbuhan pasar mobil nasional. Mobil murah biasanya menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin memiliki kendaraan pertama dengan harga terjangkau. Namun, perubahan kebijakan pemerintah dan meningkatnya kesadaran terhadap kendaraan ramah lingkungan mulai mengubah arah pasar. Dukungan terhadap elektrifikasi kendaraan juga mendorong produsen memperluas lini produk berbasis listrik.Pemerintah sendiri menargetkan percepatan adopsi kendaraan elektrifikasi untuk mendukung program penurunan emisi karbon nasional. Agus menegaskan, “Sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mencapai target net zero emission paling lambat 2060, bahkan sektor manufaktur ditargetkan bisa mencapainya lebih cepat.”Selain faktor kebijakan, perkembangan teknologi baterai serta ketersediaan model kendaraan listrik yang semakin beragam turut memengaruhi minat konsumen. Produsen otomotif juga mulai menempatkan kendaraan listrik sebagai strategi utama menghadapi perubahan pasar global. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Kondisi ini memunculkan tantangan baru bagi segmen kendaraan konvensional, khususnya mobil murah. Produsen dituntut beradaptasi dengan perubahan tren sekaligus menjaga daya saing harga agar tetap menarik bagi masyarakat.Perubahan struktur pasar juga terjadi di tengah tekanan industri otomotif nasional yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi. Agus menyampaikan, “Pemulihan industri otomotif memang mulai terlihat, tetapi rebound tersebut belum sepenuhnya kokoh dan masih menghadapi berbagai tantangan.”