PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105 ribu unit mobil pick up dan light truck dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Padahal, industri otomotif dalam negeri mampu memproduksi pickup dan light truck untuk kebutuhan kopdes tersebut.Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan pabrikan-pabrikan pikap di Indonesia, baik yang berasal dari Jepang maupun China. Namun, mereka tak menemukan kata sepakat."Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max, (dua pikap) ini kan yang menjadi isu seolah-olah tidak memberikan peluang 4x2," tuturnya belum lama ini. "Pertimbangannya, umpamanya untuk Gran Max dan Carry, sekarang kan 4x2-nya hanya mampu memproduksi sebanyak 100-120 ribu unit per tahun dan sekarang sebagian besar dipakai MBG, sekarang pertanian kita juga tumbuh karena pemerintah memberikan subsidi ke petani," tambahnya.Video TikTok: https://www.tiktok.com/@detikoto/video/761114...Di sisi lain, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bersama anggotanya mengatakan, secara keseluruhan industri otomotif dalam negeri mempunyai kapasitas produksi untuk jenis kendaraan pick up mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun. Dengan angka itu, Gaikindo yakini cukup untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan dalam negeri.Apabila semua kebutuhan dalam negeri tersebut murni hanya dipenuhi oleh industri otomotif Indonesia, maka akan berdampak luar biasa bagi bukan hanya anggota Gaikindo namun seluruh ekosistim industri otomotif nasional dari hulu sampai hilir. Satu unit mobil yang dibuat itu terdiri dari lebih 20,000 komponen dan tentunya berbagai macam bahan baku, mulai dari besi baja, kaca, karet, plastik, fabrik, dan lainnya.Berbagai komponen tersebut dibuat dan dirakit oleh pabrikan-pabrikan komponen di dalam negeri yang jumlahnya mencapai ribuan perusahaan, termasuk Industri Kecil Menengah (IKM) dan tentunya jutaan tenaga kerja."Kami dari industri otomotif Indonesia telah menjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usaha yang ada di dalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai. Selain itu, kami juga memiliki kemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri," ujar Anton Kumonty, selaku Ketua Harian dan Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Jumat (27/2/2026).Anton juga menambahkan, saat ini industri otomotif Indonesia termasuk di dalamnya adalah anggota Gaikindo dan Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) meminta pemerintah dapat memberikan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan atas kendaraan-kendaraan komersial tersebut sehingga dapat mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri. Keterlibatan industri otomotif dalam negeri untuk kebutuhan tersebut juga akan memastikan keberlanjutan keterlibatan tenaga kerja yang saat ini mencakup kurang lebih 1,5 juta pekerja di seluruh rantai backward linkage dan forward linkage industri.Gaikindo berpendapat sudah seharusnya industri otomotif Indonesia mendapatkan kesempatan untuk memenuhi seluruh permintaan dalam negeri. Saat ini, Gaikindo mencatat jumlah anggota sebanyak 61 perusahaan otomotif. Dan untuk kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up selama ini diproduksi oleh beberapa perusahaan anggota Gaikindo seperti:1. PT Suzuki Indomobil Motor2. PT Isuzu Astra Motor Indonesia3. PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor4. PT SGMW Motor Indonesia(Wuling Motors)5. PT Sokonindo Automobile (DFSK)6. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)7. PT Astra Daihatsu MotorIndustri otomotif nasional mampu mengembangkan platform jenis kendaraan komersial pick-up yang kemudian dikonversikan menjadi kendaraan penumpang multi-guna (MPV) yang saat ini diproduksi dan digunakan masyarakat Indonesia. Konversi yang sebelumnya berawal dari bekerja sama dengan berbagai macam industri karoseri (body builder), juga kemudian dikembangkan lebih dalam oleh berbagai pabrikan kendaraan, sehingga saat ini berbagai kendaraan penumpang multi-guna (MPV) menjadif ully manufactured.Jenis kendaraan penumpang multi-guna (MPV) saat ini sangat digemari dan menjadi pilihan utama mobilitas masyarakat, tidak hanya di Indonesia namun juga di Asia Tenggara. Pendalaman dan pemahaman yang sama juga dibangun untuk mengembangkan platform jenis kendaraan komersial pick-up untuk memenuhi berbagai kegiatan usaha di dalam negeri.