Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke pabrik QJMotor Manufacture Indonesia di Cikarang, Selasa (3/3/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan investasi serta memastikan arah pengembangan industri otomotif merek asal China tersebut di Tanah Air. Dalam pertemuan tersebut, regulator menyoroti dua poin krusial bagi produsen otomotif baru yakni peningkatan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan kepatuhan terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI). Kunjungan Komisi VII DPR ke pabrik QJMotor Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay, menegaskan bahwa investasi manufaktur tidak boleh hanya sekadar mengejar pangsa pasar. Menurutnya, implementasi TKDN yang terukur dan bertahap adalah fondasi agar industri nasional bisa mandiri. "Kami mendorong agar setiap investasi di sektor manufaktur mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN," ujar Saleh dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026). Senada dengan Saleh, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty, mengingatkan pentingnya standarisasi produk. Ia menekankan bahwa penerapan SNI dalam proses manufaktur adalah instrumen vital untuk melindungi konsumen sekaligus menjaga kualitas industri nasional. Kunjungan Komisi VII DPR ke pabrik QJMotor Menanggapi tuntutan tersebut, manajemen QJMotor Manufacture Indonesia menyatakan bahwa penguatan rantai pasok lokal sudah masuk dalam peta jalan (roadmap) perusahaan. Factory Division Head QJMotor Manufacture Indonesia Bintang menjelaskan, komitmen jangka panjang mereka tidak hanya soal pabrik, tetapi juga penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, perusahaan tengah menjalankan strategi transfer ilmu pengetahuan antara pusat QJMotor di China dengan talenta di Indonesia. "Fasilitas ini mengintegrasikan otomasi terkini dengan protokol quality assurance yang ketat guna memastikan efisiensi di seluruh lini produksi," kata Bintang. Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berjanji akan terus mengawal perkembangan investasi ini. Dirjen ILMATE Kemenperin Setia Diarta, menyebutkan bahwa pihaknya akan memastikan pertumbuhan industri tetap sejalan dengan harapan pemerintah, terutama terkait aturan main TKDN dan SNI. Langkah ini diharapkan mempertegas posisi Indonesia sebagai basis strategis produksi sepeda motor QJMotor untuk kawasan Asia Tenggara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang