JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil bertransmisi otomatis kerap dianggap mampu bertahan sangat lama selama rutin dirawat. Namun, di lapangan, usia dan jarak tempuh tetap menjadi faktor penentu kondisi transmisi. Bengkel spesialis transmisi pun menilai ada batas realistis yang perlu dipahami pemilik agar tidak berekspektasi berlebihan terhadap performa mobil matik yang sudah berumur. Menurut Freddy, Direktur Domo Transmisi, transmisi otomatis pada mobil dengan usia dan kilometer tinggi tetap bisa diperiksa dan ditangani, tetapi hasilnya sangat bergantung pada kondisi aktual dan gejala yang sudah muncul. “Kami paling tinggi pernah menemui transmisi yang masuk ke bengkel untuk overhaul di kisaran 280.000 kilometer. Kalau yang sudah menyentuh 400.000 kilometer, sejauh ini kami belum pernah menemukannya,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (25/12/2025). Perhatikan odometer saat beli mobil bekas. Freddy menjelaskan, bukan berarti mobil matik dengan jarak tempuh sangat tinggi tidak boleh dibawa ke bengkel. Namun, pemilik perlu memahami bahwa tidak semua permasalahan transmisi bisa diselesaikan hanya dengan perbaikan ringan. Bengkel spesialis mobil matik Worner Matic. Ia menyebut, gejala seperti perpindahan gigi yang mulai terlambat atau terasa selip menjadi indikator kuat bahwa transmisi sudah memasuki fase keausan akibat faktor usia dan penggunaan jangka panjang. “Kalau sudah mulai delay atau setiap perpindahan gigi terasa selip, itu biasanya memang sudah waktunya. Faktor usia dan kilometer yang tinggi sangat berpengaruh,” kata Freddy. Menurutnya, angka odometer tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan. Bengkel tetap harus melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui sumber masalah dan menentukan apakah transmisi masih layak diperbaiki atau perlu overhaul. Freddy juga mengingatkan bahwa ekspektasi pemilik perlu disesuaikan dengan kondisi kendaraan. Pada mobil matik yang sudah berumur, perbaikan tidak selalu mengembalikan performa seperti baru, melainkan lebih kepada menjaga fungsi agar tetap bisa digunakan dengan aman. Ia menyarankan pemilik mobil matik untuk lebih peka terhadap gejala awal kerusakan dan tidak menunggu hingga masalah semakin parah. Perawatan berkala dan pemeriksaan sejak dini dapat membantu memperpanjang usia pakai transmisi. “Intinya, mobil matik itu ada batas usia realistisnya. Selama pemilik paham kondisinya dan tidak memaksakan, mobil masih bisa digunakan dengan aman,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang