Soket pengecasan mobil listrik BYD Perkembangan mobil listrik tidak bisa dilepaskan dari evolusi teknologi baterai sebagai sumber tenaga utama. Sejarah baterai mobil listrik memperlihatkan bagaimana inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan jarak tempuh dan efisiensi pengisian. Pada akhir abad ke-19, mobil listrik telah menggunakan baterai timbal-asam. Teknologi ini hanya mampu membawa kendaraan menempuh jarak sekitar 40 hingga 80 kilometer dalam sekali pengisian.Kelemahan baterai timbal-asam terletak pada bobot yang sangat berat dan kepadatan energi yang rendah. Waktu pengisian pun cukup lama, berkisar 8 hingga 10 jam menggunakan sumber listrik konvensional. Memasuki abad ke-20, mobil listrik mulai tersisih oleh kendaraan bermesin bensin. Meski demikian, pengembangan baterai tetap berlanjut untuk kebutuhan industri dan riset transportasi.Pada era 1960-an hingga 1970-an, krisis energi global kembali memicu minat terhadap mobil listrik. Baterai nikel-kadmium memungkinkan jarak tempuh meningkat hingga sekitar 100 kilometer. Namun seperti disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Minggu 4 Januari 2026, baterai nikel-kadmium memiliki kelemahan dari sisi lingkungan karena mengandung kadmium beracun. Selain itu, waktu pengisian masih relatif lama dan efisiensinya belum optimal. Perkembangan berikutnya hadir melalui baterai nikel-metal hydride pada 1990-an. Teknologi ini memungkinkan kendaraan listrik dan hibrida menempuh jarak 120 hingga 160 kilometer. Waktu pengisian baterai nikel-metal hydride lebih singkat dibanding generasi sebelumnya. Meski begitu, kelemahan utamanya adalah tingkat self-discharge yang tinggi saat kendaraan tidak digunakan.Lompatan besar terjadi dengan kehadiran baterai lithium-ion pada awal 2000-an. Mobil listrik modern dengan teknologi ini mampu menempuh jarak 300 hingga lebih dari 500 kilometer dalam sekali pengisian.Pengisian daya lithium-ion dengan teknologi fast charging dapat dilakukan dalam waktu 30 hingga 45 menit dari 20 hingga 80 persen. Kelemahannya terletak pada sensitivitas terhadap suhu ekstrem dan potensi degradasi seiring usia pemakaian.Inovasi terbaru mengarah pada baterai solid-state yang mulai dikembangkan oleh berbagai produsen global. Teknologi ini diproyeksikan mampu membawa mobil listrik menempuh jarak lebih dari 600 kilometer.Waktu pengisian solid-state battery diklaim bisa dipangkas hingga di bawah 15 menit. Meski lebih aman dan stabil, kelemahannya saat ini adalah biaya produksi tinggi dan tantangan produksi massal.